Kloter 11 BPN Tiba di Balikpapan, 360 Jemaah Haji Asal Sulteng Disambut Penuh Haru
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kedatangan jemaah haji Kloter 11 BPN di Embarkasi Haji Balikpapan, Senin (11/5/2026).
Sebanyak 360 jemaah asal Sulawesi Tengah tiba secara bertahap setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Ketua Kloter 11 Sulawesi Tengah Zulfan Kadim, menjelaskan bahwa rombongan jemaah berasal dari beberapa daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Poso, dan Kotamobagu.
“Untuk Kloter 11 Sulawesi Utara ini berjumlah 360 orang. Mereka berasal dari Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Poso, dan Kotamobagu,” ujar Zulfan saat ditemui di Embarkasi Haji Balikpapan.
Kedatangan jemaah dilakukan dalam dua penerbangan. Pada trip pertama, sebanyak 157 jemaah lebih dahulu tiba di Balikpapan. Sementara sisanya menyusul pada penerbangan berikutnya yang mendarat sekitar setengah jam setelah rombongan pertama tiba.
Menurut Zulfan, seluruh jemaah dalam kloter tersebut kembali ke Indonesia dalam kondisi lengkap. Tidak ada jemaah yang tertinggal maupun digantikan selama proses pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
“Alhamdulillah lengkap semuanya,” katanya.
Di antara ratusan jemaah yang tiba, terdapat sekitar 22 orang lansia dan pengguna kursi roda yang mendapat perhatian khusus dari petugas pendamping. Para jemaah lanjut usia itu tampak tetap bersemangat meski harus menjalani perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Balikpapan.
Zulfan menyebutkan, jemaah tertua dalam kloter tersebut berusia di atas 80 tahun. Kondisi itu menjadi bukti bahwa semangat beribadah tidak mengenal batas usia.
Kedatangan para jemaah disambut hangat keluarga yang sejak pagi telah menunggu di area penjemputan embarkasi. Tangis haru pecah saat para jemaah keluar dari terminal kedatangan sambil melambaikan tangan kepada keluarga mereka.
Momentum kepulangan jemaah haji ini bukan hanya menjadi perjalanan spiritual yang selesai, tetapi juga menghadirkan kisah keteguhan, kesabaran, dan pengorbanan. Di usia senja, para lansia tetap menuntaskan panggilan ibadah dengan penuh keyakinan.
Pemerintah dan petugas embarkasi pun memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar, termasuk pelayanan bagi jemaah lansia dan pengguna kursi roda agar tetap aman dan nyaman selama perjalanan menuju daerah masing-masing.***
BACA JUGA
