KPB Masuk Fase Baru, Peluang Kerja dan Ekonomi Lokal Ikut Bergerak

Memasuki usia ke-7 tahun, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kini berada di fase penting.
Pekerja dan manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) berfoto bersama di area proyek RDMP Balikpapan saat peringatan HUT ke-7 KPB, Senin (12/5/2026).

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Memasuki usia ke-7 tahun, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kini berada di fase penting. Sejumlah unit utama proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe mulai beroperasi setelah bertahun-tahun berada di tahap konstruksi.

Perubahan ini menjadi momentum besar, bukan hanya bagi sektor energi nasional, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang selama ini hidup berdampingan dengan proyek tersebut.

Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, mengatakan transisi dari konstruksi menuju operasional menjadi bukti proyek strategis nasional itu terus bergerak maju.

“Transisi dari konstruksi ke operasi menjadi bukti kerja keras seluruh elemen perusahaan dalam mengawal proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dampak Ekonomi Mulai Terasa di Balikpapan dan PPU

Selama tujuh tahun terakhir, keberadaan proyek RDMP Balikpapan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasional.

KPB menyebut berbagai program pemberdayaan masyarakat mulai dari pelatihan kerja, sertifikasi tenaga keamanan dan welder, hingga program sosial telah berjalan di Balikpapan maupun Penajam Paser Utara.

Bagi sebagian warga, pelatihan seperti sertifikasi Welder dan Security Gada Pratama membuka peluang baru untuk masuk ke dunia kerja industri yang terus berkembang di Kalimantan Timur.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan pelatihan administrasi perkantoran bagi penyandang disabilitas bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Balikpapan.

Dari Lingkungan hingga Akses Air Bersih

Tidak hanya fokus pada proyek energi, KPB juga menjalankan sejumlah program lingkungan dan fasilitas publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tercatat melakukan penanaman 7.206 bibit pohon dan mangrove bersama masyarakat dan pemerintah daerah.

Program pengolahan sampah organik melalui fasilitas Omah Budidaya Maggot (OMAYGOT) di TPAS Manggar juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Di sisi lain, bantuan pembangunan sumur bor, perbaikan jalan lingkungan, rehabilitasi fasilitas pendidikan hingga pengembangan rumah ibadah turut dilakukan di sejumlah wilayah sekitar proyek.

Program Kesehatan dan Pendidikan Warga

KPB juga menjalankan program sosial melalui “KPB Sehat Bersama”, seperti khitanan massal, pemeriksaan dini kanker payudara, penyuluhan stunting hingga donor darah rutin bekerja sama dengan PMI.

Sementara di bidang pendidikan, program “KPB Mengajar” dijalankan di sejumlah sekolah di Balikpapan dan PPU untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan juga menyalurkan 8.050 paket Lebaran dan 129 hewan kurban kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.

Balikpapan dan PPU Jadi Wilayah Strategis Penyangga IKN

Keberadaan RDMP Balikpapan juga akan memperkuat posisi Balikpapan dan PPU sebagai kawasan strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan masuknya proyek ke tahap operasional, aktivitas industri, kebutuhan tenaga kerja, hingga perkiraan roda ekonomi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan pembangunan proyek energi tidak hanya bicara infrastruktur, tetapi juga dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap keberadaan perusahaan bisa terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Tujuh tahun perjalanan KPB kini mulai memasuki babak baru. Dari proyek raksasa energi nasional, dampaknya perlahan mulai terlihat di kehidupan warga, mulai dari peluang kerja, lingkungan, hingga penguatan ekonomi kawasan Balikpapan dan Penajam Paser Utara.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses