KPK Siap Supervisi Kasus Dugaan Korupsi yang Menyeret Jampidsus Febrie, Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN

Tangkapan Layar Dugaan Penggeledahan Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026) [Dok Polisi/suara)
angkapan Layar Dugaan Penggeledahan Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026) [Dok Polisi/suara)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap melakukan supervisi terhadap penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah ditangani Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan publik terhadap penggeledahan rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan lembaganya terbuka untuk menjalankan fungsi supervisi apabila memang telah memenuhi mekanisme yang diatur dalam proses penegakan hukum.

“Pasti siap, tidak ada kata tidak siap,” kata Johanis Tanak kepada wartawan, Jumat (10/7/2026), dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Namun, ia menegaskan hingga kini KPK belum mengambil langkah apa pun karena penyidikan masih sepenuhnya berada di tangan penyidik Polri.

“Kami belum melakukan apa pun karena mereka pun masih melakukan proses hukum sesuai hukum acara pidana,” ujarnya.

Rumah Sentul Tak Tercantum dalam LHKPN

Penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menjadi perhatian luas setelah Febrie Adriansyah mengakui rumah mewah di Sentul yang digeledah penyidik merupakan miliknya.

Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi penyitaan barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan dan uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah. Meski demikian, Febrie belum menjelaskan kepemilikan emas maupun uang tunai tersebut.

Yang turut menjadi sorotan, rumah di Sentul ternyata tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Febrie kepada KPK pada 7 Maret 2026.

Dalam laporan tersebut, total kekayaan Febrie tercatat mencapai Rp18,2 miliar, yang terdiri atas:

  • Tanah dan bangunan senilai Rp14,8 miliar.
  • Alat transportasi dan mesin Rp2,3 miliar.
  • Harta bergerak lainnya Rp60 juta.
  • Kas dan setara kas Rp938 juta.
  • Harta lainnya Rp100 juta.

Dalam LHKPN, Febrie hanya melaporkan lima aset tanah dan bangunan yang berada di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung. Tidak ada satu pun aset yang berlokasi di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Febrie: Semua Aset Bisa Dipertanggungjawabkan

Menanggapi penggeledahan tersebut, Febrie menegaskan rumah di Sentul memang telah lama menjadi miliknya. Namun, ia belum bersedia menjelaskan siapa pemilik 74 kilogram emas maupun uang tunai yang ditemukan penyidik.

Menurutnya, seluruh barang yang diamankan memiliki pemilik dan nantinya akan dijelaskan melalui mekanisme hukum.

“Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar, tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, melalui forum acara yang sesuai prosedur hukum,” kata Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

Penyidikan Meluas ke 13 Lokasi

Penggeledahan rumah di Sentul merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang kini telah meluas ke 13 lokasi.

Sebelumnya, penyidik juga menggeledah Cafe de’CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta menyita uang tunai sekitar Rp67,2 miliar.

Selain emas dan uang tunai, penyidik turut mengamankan sebuah bingkai berisi foto keluarga yang diduga berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Namun, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyatakan identitas orang-orang dalam foto tersebut masih didalami.

Penyidikan ini berkaitan dengan sejumlah perkara dugaan korupsi dan TPPU, antara lain pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Hingga kini, penyidik masih menelusuri keterkaitan seluruh barang bukti yang telah disita, termasuk emas, uang tunai, maupun aset lain yang ditemukan selama rangkaian penggeledahan.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses