Resmikan 5 Bendungan, Presiden Prabowo: Ada Pihak Ingin Indonesia Pecah, Saya Tak Akan Menyerah Lawan Korupsi
LOMBOK BARAT, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan senilai total Rp9,79 triliun yang tersebar di Aceh, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Momentum peresmian itu dimanfaatkan Presiden untuk menegaskan komitmennya membangun ketahanan pangan, menjaga persatuan bangsa, sekaligus melanjutkan perang melawan korupsi.
Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia yang kaya sumber daya alam masih menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang tidak menginginkan bangsa ini menjadi negara maju dan kuat.
Menurut Presiden, sejarah panjang penjajahan menjadi pelajaran agar Indonesia tidak lengah menjaga kekayaan nasional.
“Kita sebagai bangsa yang pernah ratusan tahun dijajah, dihina, dianggap lebih rendah dari anjing. Kekayaan kita diperas sampai hari ini. Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita. Yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita, dan kalau bisa Indonesia pecah,” ujar Prabowo, dikutip dari laman Setneg.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai kepentingan yang dapat merugikan Indonesia.
Tegaskan Mengabdi untuk Rakyat
Prabowo juga menegaskan amanah yang diberikan rakyat akan dijalankannya sepenuh hati. Ia memastikan tidak akan menyerah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, terutama menghapus kemiskinan dan kelaparan.
“Saya diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia. Saya dipilih oleh rakyat Indonesia dan saya akan setia kepada rakyat Indonesia. Dengan segala tenaga, pikiran, dan energi yang saya miliki, saya akan mengabdi kepada bangsa dan rakyat saya. Saya tidak akan gentar. Saya tidak akan pernah menyerah,” tegasnya.
Presiden menilai ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan negara. Sebab, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh apabila masih bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
“Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Alhamdulillah Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri,” katanya.
Ingatkan Birokrat, TNI, Polri hingga Kejaksaan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta seluruh aparatur negara melakukan introspeksi dan mengingat bahwa jabatan yang mereka emban berasal dari kepercayaan rakyat.
Pesan itu ditujukan kepada birokrasi, TNI, Polri, hingga Kejaksaan agar selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Saudara-saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga,” ujar Presiden.
Perang Melawan Korupsi Terus Berlanjut
Prabowo menegaskan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak lepas dari tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan, salah satunya pelaku korupsi.
Meski demikian, Presiden memastikan pemberantasan korupsi akan terus dilakukan melalui penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.
“Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua, bukan hanya untuk orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja,” tegasnya.
Lima Bendungan Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Dalam peresmian tersebut, Presiden meresmikan lima bendungan yang dibangun pada periode 2015–2025 dengan total investasi Rp9,79 triliun, yakni:
- Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB;
- Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh;
- Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh;
- Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah; dan
- Bendungan Sidan di Gianyar, Bali.
Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut memiliki fungsi strategis untuk melayani irigasi seluas 39.540 hektare, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengendalikan banjir di wilayah hilir, sekaligus mendukung penyediaan energi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan lima bendungan tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan air, energi, dan pangan nasional.
“Melalui lima bendungan ini, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita, khususnya terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” ujar Dody.
Sementara itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah memulai pembangunan infrastruktur tersebut.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua,” pungkas Presiden.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
