Kupas Tuntas Gerakan ‘PKK Berdikari’, Nurlena Rahmad Mas’ud Beberkan Peran Taktis Pokja 1 Hingga Pokja 4 Balikpapan

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Balikpapan
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Balikpapan (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Gerakan “PKK Berdikari” yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Balikpapan terbukti bukan sekadar agenda seremonial belaka.

Di balik masifnya antusiasme warga yang memadati arena kegiatan, terdapat mesin penggerak organisasi yang bekerja secara taktis dan terintegrasi lewat kolaborasi lintas Kelompok Kerja (Pokja).

Program jemput bola ini sengaja dirancang untuk meruntuhkan sekat birokrasi, mendekatkan pelayanan dasar langsung ke depan pintu rumah pemukiman warga Kota Minyak.

Bedah Fungsi Lintas Pokja: Jawab Kebutuhan Warga dari Hulu ke Hilir

Ketua TP-PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, membeberkan bahwa kekuatan utama dari efektivitas gerakan “PKK Berdikari” terletak pada pembagian peran yang presisi di antara seluruh kelompok kerja PKK.

Setiap Pokja memiliki mandat khusus untuk menyelesaikan benang kusut problematika keluarga urban di lapangan secara simultan.

Pernyataan Ketua TP-PKK Balikpapan: “Semua Pokja kami libatkan secara aktif dalam kegiatan terpadu ini. Pokja 1 bergerak di garda depan memberikan edukasi administrasi kependudukan.

Kemudian Pokja 2 menyokong penuh lewat program operasi pangan murah serta pilar peningkatan ekonomi keluarga melalui literasi baca via armada perpustakaan keliling. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi pencegahan penyakit menjadi porsi mutlak dari Pokja 4,” urai Nurlena gamblang.

Genjot Kemandirian Finansial Emak-Emak Lewat Stan UP2K

Selain pemenuhan gizi dan tertib dokumen, aspek finansial domestik tidak luput dari intervensi TP-PKK Balikpapan. Di lokasi acara, PKK menyediakan panggung khusus bagi stan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Stan ini memamerkan sekaligus memasarkan berbagai produk olahan kuliner kreatif, kerajinan tangan, hingga usaha rumahan (home industry) hasil binaan kader PKK kelurahan.

Langkah ini dinilai efektif memicu stimulus kemandirian ekonomi keluarga, sekaligus memberikan ruang inkubasi bisnis bagi kaum perempuan di Balikpapan agar memiliki pendapatan mandiri.

Nurlena menegaskan, target akhir dari rentetan program ini adalah lahirnya kesadaran kolektif (awareness) jangka panjang dari masyarakat, bukan sekadar mencari bantuan instan yang habis dalam sehari.

“Kami ingin mengedukasi warga agar membudayakan hidup sehat, tertib dokumen kependudukan digital, dan rutin memeriksakan kesehatan dini. Jika kondisi tubuh terdeteksi sejak awal, kita bisa mengontrol pola makan, waktu istirahat, serta meminimalkan risiko penyakit kritis di kemudian hari,” pungkas istri orang nomor satu di Balikpapan tersebut.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses