Perpustakaan Balikpapan Buka Layanan Malam, Sasar Pekerja dan Mahasiswa
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan memperpanjang waktu layanan perpustakaan hingga malam hari pada September 2026.
Program yang dikemas dengan nama “Rabu Gaul” tersebut digelar pada Rabu, 16 September 2026, dan akan kembali dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026. Layanan malam dibuka hingga pukul 21.00 Wita.
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan Neny Dwi Winahyu mengatakan, layanan tambahan ini ditujukan terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas pada siang hari, seperti pekerja dan mahasiswa.
“Memang sasarannya adalah para pekerja yang mungkin baru bisa ke sini malam hari, kemudian mahasiswa yang mungkin juga baru bisa,” kata Neny.
Menurut dia, penambahan jam layanan merupakan bagian dari upaya membuat perpustakaan lebih mudah diakses oleh berbagai kelompok masyarakat.
Pada pagi hingga siang hari, layanan perpustakaan lebih banyak dimanfaatkan anak-anak dan pelajar. Sementara pada malam hari, segmentasi pengunjung lebih banyak diarahkan kepada orang dewasa yang membutuhkan bahan bacaan maupun referensi untuk menambah pengetahuan.
Selain membaca di tempat, layanan peminjaman dan pengembalian buku juga tetap tersedia selama jam layanan malam.
Neny mengatakan, perpustakaan saat ini tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk membaca. Dispustakar juga mendorong perpustakaan menjadi ruang interaksi dan kegiatan masyarakat melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Salah satu kegiatan yang digelar bersamaan dengan layanan malam tersebut adalah aktivitas komunitas baca buku. Para peserta tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi mengenai buku yang telah mereka baca.
“Perpustakaan itu tidak hanya tempat membaca saja, tetapi di sini adalah ruang untuk berdiskusi, berkegiatan, dan sebagainya,” ujar Neny.
Diskusi Isi Buku
Ia mencontohkan, komunitas baca buku dapat menggunakan ruang perpustakaan untuk mendiskusikan isi buku dan menarik kesimpulan bersama. Kegiatan semacam itu diharapkan membuat keberadaan perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat.
Konsep layanan malam tersebut juga menjadi upaya Dispustakar menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengunjung. Pekerja dan mahasiswa yang kesulitan datang pada jam operasional reguler kini memiliki kesempatan mengakses koleksi dan layanan perpustakaan pada malam hari.
Neny menyebut pelaksanaan 16 September merupakan hari pertama program “Rabu Gaul”. Untuk September, layanan malam dijadwalkan dua kali, yakni pada 16 dan 30 September.
“Kami bungkus supaya menarik, sehingga istilahnya ‘Rabu Gaul’ di perpustakaan. Night at Library sampai pukul 21.00,” katanya.
Melalui program tersebut, Dispustakar Balikpapan berharap perpustakaan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, bertukar gagasan, serta membangun interaksi antarmasyarakat.
Dengan demikian, perpustakaan dapat hadir mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Termasuk mereka yang baru memiliki waktu luang setelah menyelesaikan aktivitas pada siang hari.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
