Kenaikan Harga Pertamax Picu Peralihan ke Pertalite, Pengawasan Lewat QR Code Diperkuat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Selisih harga yang makin lebar antara Pertamax dan Pertalite pada Juni-Juli 2026 membuat pola konsumsi BBM di Kalimantan Timur berubah. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mencatat pembelian Pertalite meningkat setelah sebagian pengguna Pertamax beralih ke BBM bersubsidi.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan kenaikan harga Pertamax mendorong perpindahan konsumen ke Pertalite.
“Pembelian produk subsidi saat ini, khususnya Pertalite, memang meningkat pasca kenaikan harga Pertamax pada periode Juni-Juli kemarin. Terjadi disparitas harga atau selisih harga yang cukup tinggi,” kata Isfahani dalam konferensi pers di Mapolda Kaltim, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, lonjakan konsumsi Pertalite menjadi tantangan baru agar penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran. Karena itu, Pertamina memperketat pengawasan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.
Pertamina memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar hanya dilakukan melalui SPBU yang ditunjuk. Di lapangan, pengawasan diperkuat dengan mekanisme QR Code yang wajib digunakan saat membeli BBM subsidi.
Setelah QR Code dipindai, operator SPBU akan mencocokkan data kendaraan yang muncul di sistem dengan kondisi kendaraan, nomor polisi, hingga STNK.
“Kalau QR itu di-scan, operator SPBU bisa melihat visual mobilnya, menyamakan dengan nomor polisinya dan STNK-nya. Itu merupakan salah satu screening kita untuk memastikan BBM dibeli kepada yang berhak,” ujarnya.
Hampir 40 SPBU Dibina Sepanjang 2026
Selain memperketat pemeriksaan di SPBU, Pertamina juga mengevaluasi lembaga penyalur BBM subsidi. Sepanjang 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mencatat 96 kegiatan pembinaan yang melibatkan hampir 40 SPBU di Kalimantan Timur.
Pembinaan tersebut meliputi administrasi, pelayanan kepada konsumen, kepatuhan penggunaan QR Code, hingga supervisi bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah.
Isfahani menegaskan Pertamina mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi.
“Pertamina tentu saja mendukung pengungkapan dan penuntasan setiap kasus penyalahgunaan. Barang bersubsidi ini adalah milik masyarakat yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Pengawasan yang diperketat itu diharapkan mampu memastikan meningkatnya konsumsi Pertalite tidak diikuti penyalahgunaan dalam proses pembelian maupun distribusi BBM bersubsidi.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
