Piala Soeratin Jadi Fondasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Balikpapan

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik resmi membuka turnamen Piala Soeratin.(Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kompetisi Piala Soeratin kembali menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia muda di Kota Balikpapan.

Turnamen yang mempertemukan pesepak bola kelompok usia 13 dan 15 tahun ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga bagian dari proses panjang mencetak atlet berprestasi sejak usia dini.

Ketua ASKOT PSSI Balikpapan Sukisno Winata menyampaikan, bahwa pembinaan sepak bola di Balikpapan terus menunjukkan perkembangan positif.

“Selain rutin menyelenggarakan kompetisi usia muda, ASKOT PSSI juga konsisten meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk pelatihan dan kursus lisensi bagi para pelatih,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, semakin banyaknya kompetisi yang digelar, baik oleh ASKOT PSSI Balikpapan maupun berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB), menjadi indikator tumbuhnya ekosistem pembinaan yang sehat.

“Kompetisi yang berkesinambungan dinilai penting untuk membentuk kemampuan teknik, mental bertanding, disiplin, serta karakter para pemain muda,” akunya.

Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan Piala Soeratin sebagai sarana belajar sekaligus mengembangkan sportivitas. Para pemain diharapkan bertanding dengan semangat, menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, dan menjaga nama baik tim selama kompetisi berlangsung.

Miliki Bakat Besar

Pembukaan turnamen dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, yang mewakili Wali Kota Balikpapan. Dalam sambutannya, Irfan menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota berhalangan hadir lantaran mengikuti rangkaian kegiatan RAKERNAS XVIII APEKSI di Kota Medan.

Irfan menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Selain kemampuan akademik, anak juga dapat memiliki bakat besar di bidang nonakademik, termasuk olahraga. Karena itu, orang tua diharapkan mampu mengenali potensi tersebut dan memberikan dukungan yang tepat.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak terlepas dari peran keluarga yang terus memberikan motivasi, mengantar latihan, menyediakan perlengkapan, hingga mendampingi anak dalam setiap proses pembinaan.

Ia mencontohkan pesepak bola dunia seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang mampu mencapai puncak prestasi karena memperoleh dukungan penuh sejak usia dini. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mengembangkan bakat terbaiknya sesuai minat dan kemampuannya.

Lebih jauh, Irfan menilai olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, kemampuan berkomunikasi. Serta semangat pantang menyerah merupakan nilai-nilai yang akan menjadi bekal penting ketika anak memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Piala Soeratin sendiri merupakan kompetisi pembinaan usia muda yang telah lama menjadi bagian dari sistem pembinaan sepak bola nasional. Melalui turnamen ini diharapkan lahir pemain-pemain potensial yang mampu melanjutkan karier ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Hingga memperkuat klub profesional maupun Tim Nasional Indonesia.

Dengan semakin aktifnya penyelenggaraan kompetisi dan meningkatnya kualitas pembinaan di Balikpapan, harapan melahirkan generasi pesepak bola berbakat dari Kota Beriman semakin terbuka lebar.

“Kolaborasi antara ASKOT PSSI, pemerintah daerah, pelatih, Sekolah Sepak Bola. Serta dukungan orang tua menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan sepak bola Balikpapan yang lebih berprestasi,” tukasnya.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses