Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM dan Peternak Ikut Terlibat
JAKARTA, inibalikpapan.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut mulai memberi dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pergerakan ekonomi rakyat. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga Mei 2026, program tersebut telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja di berbagai daerah.
Tenaga kerja tersebut terlibat langsung dalam operasional 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri.
Tak hanya membuka lapangan kerja, program MBG juga menggerakkan ribuan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan.
Ribuan UMKM dan Peternak Masuk Rantai Pasok MBG
BGN mencatat hingga 22 Mei 2026 terdapat 142.387 pemasok yang terlibat dalam program MBG.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta 157 BUMDesma.
Sisanya berasal dari berbagai penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.
BGN menyebut program MBG turut menciptakan permintaan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan, sehingga memberi dampak langsung bagi petani, peternak, hingga nelayan.
“Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG. Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan,” demikian dikutip dari keterangan resmi BGN.
Selain beras dan ayam, setiap SPPG juga membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi ribuan porsi MBG.
Prabowo Sebut MBG Buka 1,2 Juta Lapangan Kerja
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyinggung dampak ekonomi program MBG dalam Sidang Paripurna DPR RI beberapa waktu lalu.
Menurutnya, operasional dapur MBG telah membuka jutaan lapangan kerja baru sekaligus menciptakan pasar yang lebih pasti bagi sektor pangan nasional.
“Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” kata Prabowo.
Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang tak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dari tingkat desa hingga kota.***
BACA JUGA
