Serapan Job Fair Balikpapan Ditarget Tembus 50 Persen, Disnaker Tunggu Hasil Seleksi Perusahaan

Disnaker Balikpapan Gandeng GAPKI Kaltim selenggarakan Job Fair Industri Sawit 2026
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, Adamin Siregar.

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan masih menunggu hasil proses seleksi dari perusahaan peserta Job Fair 2026. Rekapitulasi jumlah pelamar yang lolos hingga diterima bekerja diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan setelah pelaksanaan bursa kerja tersebut.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan proses seleksi masih sepenuhnya berada di tangan masing-masing perusahaan. Seluruh berkas lamaran yang telah diterima akan melalui tahapan verifikasi administrasi, seleksi lanjutan, hingga wawancara sebelum perusahaan menentukan kandidat yang diterima.

“Proses seleksi masih berlangsung di masing-masing perusahaan. Kami memperkirakan sekitar satu bulan lagi baru dapat diketahui jumlah pelamar yang diterima bekerja karena seluruh tahapan masih berjalan,” ujar Adamin, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga pelaksanaan Job Fair berakhir, jumlah masyarakat yang hadir mencapai sekitar 3.900 orang. Namun angka tersebut merupakan jumlah pengunjung, bukan jumlah pelamar yang telah dinyatakan memenuhi syarat atau diterima bekerja.

Sementara itu, kesempatan kerja yang tersedia dalam Job Fair tahun ini mencapai 2.087 lowongan dari 86 perusahaan yang berpartisipasi. Menurut Adamin, seluruh perusahaan memiliki mekanisme rekrutmen yang berbeda sehingga hasil akhir belum bisa disimpulkan dalam waktu singkat.

Disnaker menargetkan tingkat penyerapan tenaga kerja pada Job Fair tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Job Fair 2025, tingkat penyerapan tenaga kerja berada di kisaran 48 persen dari total lowongan yang tersedia.

“Tahun ini kami berharap tingkat penyerapan bisa di atas 50 persen. Jika dari sekitar dua ribu lowongan dapat terserap lebih dari seribu tenaga kerja, tentu itu menjadi capaian yang baik bagi Balikpapan,” katanya.

Perluas Kesempatan Kerja

Untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan, Disnaker juga berencana kembali menggelar Job Fair tahap kedua pada akhir tahun 2026.

Adamin mengungkapkan, masih terdapat sejumlah tantangan yang menyebabkan tidak seluruh lowongan dapat terisi. Berdasarkan evaluasi Disnaker, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja.

Pertama, kualifikasi pendidikan pelamar belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kedua, sebagian pencari kerja belum memiliki pengalaman kerja yang dipersyaratkan. Ketiga, terdapat sejumlah posisi yang kurang diminati oleh pelamar meskipun tersedia dalam jumlah cukup banyak.

“Faktor yang paling dominan adalah pengalaman kerja dan minat pelamar terhadap jenis pekerjaan yang ditawarkan. Ini menjadi tantangan yang terus kami evaluasi bersama dunia usaha agar kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja dapat semakin selaras,” jelasnya.

Melalui evaluasi tersebut, Disnaker berharap pelaksanaan Job Fair tidak hanya menjadi ajang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga peluang kerja bagi masyarakat Balikpapan semakin terbuka.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses