SPMB 2026 Dievaluasi, Disdikbud Balikpapan Pastikan Tak Ada Siswa Titipan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung sesuai ketentuan.
Seluruh proses penerimaan dilakukan secara daring melalui sistem resmi tanpa adanya jalur offline maupun praktik titipan siswa.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyusun evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB sebagai bahan perbaikan untuk tahun berikutnya. Namun, dari hasil pemantauan selama proses berlangsung, pelaksanaan SPMB dinilai berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami masih melakukan evaluasi untuk melihat berbagai celah yang masih perlu diperbaiki ke depan. Setelah seluruh data selesai dihimpun, hasil evaluasi akan kami sampaikan secara utuh kepada publik,” ujar Irfan, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah menjaga integritas proses penerimaan peserta didik agar seluruh calon siswa memperoleh kesempatan yang sama.
“Yang bisa kami pastikan, hingga pelaksanaan SPMB berakhir tidak ada penerimaan siswa secara offline. Seluruh proses dilakukan secara online melalui jalur-jalur yang telah ditentukan, termasuk jalur reguler. Tidak ada satu pun siswa yang diterima melalui jalur titipan,” tegasnya.
Menurut Irfan, penerapan sistem digital menjadi langkah penting untuk menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, akuntabel, dan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
“Sistem ini kami bangun agar semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Seluruh proses berjalan melalui aplikasi sehingga tidak ada ruang untuk penerimaan di luar mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.
Meski demikian, Disdikbud tetap menerima berbagai masukan dari masyarakat selama pelaksanaan SPMB. Berbagai keluhan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan pada tahun mendatang.
“Keluhan tentu ada dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Masukan dari masyarakat sangat penting agar pelaksanaan SPMB berikutnya dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Masih Perlu Diperluas
Menurut Irfan, sebagian besar masukan berkaitan dengan pemahaman masyarakat mengenai jalur penerimaan, ketentuan domisili, hingga penyebaran informasi yang dinilai masih perlu diperluas.
“Kami melihat masih ada masyarakat yang belum memahami secara utuh mekanisme setiap jalur penerimaan. Karena itu, sosialisasi akan kami perkuat sebelum pelaksanaan SPMB tahun depan,” jelasnya.
Ia mengatakan, Disdikbud akan melakukan pembenahan pada aspek teknis maupun penyampaian informasi agar masyarakat memperoleh penjelasan lebih awal mengenai seluruh tahapan pendaftaran.
“Kami ingin masyarakat sudah memahami persyaratan, jadwal, dan mekanisme sebelum pendaftaran dibuka. Dengan begitu, prosesnya akan lebih lancar dan potensi kesalahpahaman bisa diminimalkan,” katanya.
Irfan menegaskan evaluasi yang dilakukan bukan sekadar menilai kekurangan, tetapi juga memastikan sistem yang sudah berjalan baik dapat terus dipertahankan.
“Prinsip kami adalah transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Itu akan terus menjadi dasar dalam pelaksanaan SPMB sehingga seluruh anak di Balikpapan memperoleh kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor: Ramadani
BACA JUGA
