tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

TGIPF Amankan Rekaman CCTV dan Memeriksa Sejumlah Pihak

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com- Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPFTragedi Kanjuruhan mengamankan rekaman CCTV terkait kerusuhan yang terjdi di kandang Arema FC.

Sekretaris TGIPF Nur Rochmad dalam keterangan pers mengatakan, pihaknyaF juga memenita keterangan sejumlah pihak untuk mengalisasi peristiwa yang menelan korban jiwa 131 orang itu.

“Berbagai alat bukti penting yang kota dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kita sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kita ungkap secara menyeluruh dan independen,” ujarnya dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.com

Sementara anggota TGIPF Doni Monardo menjelaskan, investigasi yang dilakukan itu mulai dari perencanaan pertandingan, persiapan, pelaksanaan, hingga terjadinya kerusuhan dan penanganan korban pasca kerusuhan.

“Sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu,” ujar Doni.

Tim yang dibagi dalam sejumlah kelompok itu bekerja secara simultan dengan mendatangi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan sepakbola tanggal 1 Oktober lalu. Satu tim mendatangi pihak panitia pelaksana, pengurus klub Arema, dan berdialog dengan perwakilan supporter.

Tim lain mendatangi Polres Malang, Sat Brimob Malang, dan Kodim 0808 Kabupaten Malang. Tim ini sebelumnya juga sudah mendatangi sejumlah pihak di Surabaya. Satu tim lagi berada di Jakarta yang bertugas mendapatkan keterangan yang bisa diakses dari Jakarta.

Pada Jumat (7/10/2022), TGIPF melanjutkan kegiatannya antara lain dengan mengunjungi Stadion Kanjuruhan untuk memastikan kondisi dan standar kelayakan stadion, termasuk pintu-pintu dan kelengkapan personil petugas (steward) di setiap pintu.

suara.com

Comments

comments

Baca juga ini :  Warga yang Memiliki Lahan di Wilayah IKN Nusantara Segera Ajukan Klaim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.