TKP Kebakaran Pasar Sepinggan Rusak Dijarah, Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Kebakaran
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya Polresta Balikpapan mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Sepinggan menghadapi kendala besar.
Saat tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi lokasi sudah berubah karena diduga dijarah oleh oknum yang mengambil sisa material bernilai ekonomis.
Akibatnya, banyak barang yang seharusnya menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan telah hilang sebelum proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh.
Kanit Identifikasi Satreskrim Polresta Balikpapan, Iptu Bayu Sukaca, mengatakan pihaknya telah memasang garis polisi (police line) sejak sehari sebelumnya untuk mengamankan lokasi. Namun, saat tim kembali ke TKP pada Sabtu (1/8) pagi, kondisi di lapangan sudah tidak lagi utuh.
“Ketika kami datang untuk melakukan olah TKP, kondisinya sudah bersih. Dalam arti, banyak material yang sudah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Bayu.
Menurut dia, sejumlah orang nekat menerobos garis polisi dan memunguti sisa-sisa besi, logam, maupun material lain yang masih memiliki nilai jual. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menghilangkan jejak yang sangat dibutuhkan dalam proses penyelidikan penyebab kebakaran.
“Perubahan kondisi TKP tentu menyulitkan kami dalam mengumpulkan petunjuk forensik secara utuh,” katanya.
Pengumpulan Barang Bukti
Meski demikian, penyelidikan tetap berjalan. Tim Inafis bersama penyidik Satreskrim masih melakukan pengumpulan barang bukti yang tersisa serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keterangan para saksi mengarah pada satu titik yang diduga menjadi lokasi awal munculnya api, yakni sebuah kios yang digunakan sebagai tempat usaha pembuatan es batu.
Di dalam kios tersebut ditemukan enam unit freezer dan satu bak penampungan. Dari keterangan pemilik usaha. Operasional pembuatan es batu menggunakan dua meteran listrik atau dua sumber arus listrik yang berbeda.
“Keterangan itu menjadi salah satu bahan yang kami dalami dalam proses penyelidikan,” ujar Bayu.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang masih tersisa di lokasi, di antaranya lelehan kabel instalasi listrik yang terhubung ke freezer dan mesin pembuat es, serta fitting lampu plafon yang menjadi satu-satunya titik penerangan di dalam kios.
Seluruh barang bukti tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan dengan sumber api.
Bayu menegaskan, meski kondisi TKP telah berubah, proses penyelidikan tidak akan berhenti. Polisi akan menggabungkan hasil olah TKP, analisis forensik, keterangan saksi, dan barang bukti yang berhasil diamankan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menghormati garis polisi dan tidak memasuki area yang masih dalam proses penyelidikan.
“Police line dipasang untuk melindungi barang bukti dan memudahkan proses penyidikan. Kami berharap masyarakat tidak mengambil ataupun memindahkan barang di lokasi karena dapat menghambat pengungkapan penyebab kebakaran,” tegasnya.
Kebakaran Pasar Sepinggan sebelumnya menghanguskan ratusan kios dan menyebabkan aktivitas perdagangan lumpuh. Hingga kini, penyidik Polresta Balikpapan masih bekerja mengungkap penyebab pasti kebakaran. Sekaligus memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan secara profesional demi memberikan kepastian hukum bagi para pedagang yang terdampak.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
