Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Minta Pengawasan OPD Tak Lagi Sekadar Cari Kesalahan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta pengawasan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan diubah dari sekadar mencari kesalahan menjadi instrumen untuk mencegah masalah dan meningkatkan kinerja perangkat daerah.
Rahmad menegaskan, pengawasan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif. Pengawasan harus memberikan dampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, pengelolaan anggaran, hingga pencapaian target pembangunan Kota Balikpapan.
Pesan tersebut disampaikan Rahmad dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Pemerintah Kota Balikpapan dengan tema “Pengawasan yang Berdampak: Mengawal Tata Kelola, Mengelola Risiko, dan Mendorong Kinerja untuk Mencapai Tujuan.”
Menurut Rahmad, perubahan paradigma pengawasan menjadi penting di tengah semakin kompleksnya tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menjadikan pengawasan sebagai sesuatu yang menakutkan.
“Pengawasan bukan sekadar mencari-cari kesalahan atau memenuhi kewajiban administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis yang memberi dampak nyata bagi perbaikan tata kelola,” kata Rahmad.
Rahmad Minta OPD Libatkan Inspektorat Sejak Awal
Rahmad menekankan, pengawasan harus dimulai dari internal organisasi, bahkan sejak tahap perencanaan program dan penganggaran.
Setiap OPD diminta membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, transparan, dan berintegritas. Kepala OPD juga harus menjadi teladan dalam menerapkan budaya antikorupsi di lingkungan kerja masing-masing.
Prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, kata dia, harus tercermin dalam standar operasional prosedur (SOP), mekanisme pengambilan keputusan, pengelolaan anggaran, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Rahmad juga mendorong OPD melibatkan Inspektorat sejak dini sebagai mitra konsultasi. Terutama saat menyusun program strategis, menentukan alokasi anggaran, maupun mengambil keputusan yang memiliki risiko tinggi.
Dengan pola tersebut, potensi kesalahan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pengelolaan Risiko Jangan Berhenti Jadi Dokumen
Selain pengawasan, Rahmad menyoroti pentingnya pengelolaan risiko dalam setiap OPD. Ia meminta manajemen risiko tidak sekadar menjadi dokumen formalitas untuk memenuhi ketentuan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
“Kepala OPD dan seluruh pejabat struktural harus bertindak sebagai pemilik risiko dan first line of defense, bukan menunggu Inspektorat menemukan masalah,” ujarnya.
Menurut Rahmad, setiap pimpinan OPD harus memahami risiko yang melekat pada program dan kegiatan yang mereka jalankan sekaligus menyiapkan langkah pencegahannya.
Di sisi lain, hasil pengawasan harus digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja. OPD diminta melakukan evaluasi secara berkala terhadap capaian program tanpa harus menunggu audit eksternal.
“Pengawasan harus menjadi akselerator pencapaian target, bukan hambatan birokrasi,” tegasnya.
Pemkot Berikan Wali Kota Awards Bidang Pengawasan
Dalam Rakorwas tersebut, Pemkot Balikpapan juga memberikan Wali Kota Awards Bidang Pengawasan sebagai bentuk apresiasi kepada perangkat daerah dan aparatur yang dinilai memiliki komitmen terhadap pengendalian internal, kepatuhan, serta tindak lanjut hasil pengawasan.
Rahmad juga mengapresiasi kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan yang memberikan perspektif mengenai peran aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan intern pemerintah daerah dan mencegah penyimpangan.
Perspektif tersebut juga penting untuk membedakan persoalan administratif dengan tindak pidana sehingga aparatur memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Rahmad berharap sinergi antara Pemkot Balikpapan dan Kejaksaan Negeri Balikpapan terus diperkuat, terutama dalam upaya pencegahan penyimpangan dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Mari kita jadikan pengawasan sebagai sahabat pembangunan, bukan sebagai hal yang ditakuti,” kata Rahmad.
Ia menegaskan, pengawasan yang kuat harus berjalan beriringan dengan integritas, kehati-hatian, inovasi, dan orientasi terhadap pelayanan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya Balikpapan sebagai kota global yang nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
