Bagus Susetyo Ajak Semua Pihak Perkuat Gerakan Bersih Lingkungan dari Rumah Tangga
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kota Balikpapan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan bersih pantai yang melibatkan pelajar, komunitas peduli lingkungan, perusahaan, dan instansi pemerintah, semangat gotong royong terus digaungkan demi mempertahankan predikat Balikpapan sebagai kota bersih.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, aksi bersih pantai yang digelar dalam rangka Hari Lingkungan Hidup menjadi contoh nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.
“Ini bukan kegiatan yang pertama. Sudah berkali-kali anak-anak muda menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui aksi bersih pantai. Meskipun pemerintah memiliki petugas yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, namun lingkungan yang bersih hanya bisa terwujud jika seluruh masyarakat ikut terlibat,” ujar Bagus
Dalam kegiatan tersebut, peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, komunitas lingkungan, hingga perwakilan perusahaan. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi pencemaran sampah.
Bagus juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan telah memiliki berbagai regulasi yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk aturan terkait pemilahan sampah dan pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sampah Organik Diolah
Menurutnya, langkah paling efektif dimulai dari rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan melalui budidaya maggot, sehingga jumlah sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang secara signifikan.
“Kalau pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah, maka beban TPA bisa berkurang hingga 50 persen. Ini menjadi bagian dari upaya kita mendukung program pengurangan sampah yang sejalan dengan kebijakan nasional,” katanya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga terus mendorong percepatan pengembangan pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah kawasan Balikpapan Raya. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagus menegaskan, menjaga kebersihan kota merupakan investasi bagi masa depan. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, kualitas hidup masyarakat akan semakin baik dan warisan positif tersebut dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Balikpapan selama ini dikenal sebagai kota bersih. Prestasi itu harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus membudayakan gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, dan memulai perubahan dari rumah masing-masing,” tutupnya.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
