Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Presiden Prabowo: “Jangan Khawatir, Jika Pengusaha Menyerah, Negara Ambil Alih”

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dipusatkan di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (01/05/2026).(foto : FB Presiden Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dipusatkan di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (01/05/2026).(foto : FB Presiden Prabowo Subianto)

JAKARTA, Inibalikpapan.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan jaminan perlindungan penuh bagi kaum buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jumat (01/05/2026). Di hadapan ratusan ribu pekerja, Presiden mengumumkan pengesahan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk membela kepentingan buruh yang terancam kehilangan pekerjaan akibat dinamika ekonomi.

Negara Siap Ambil Alih Perusahaan yang Menyerah

Dalam pidatonya yang berapi-api, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara akan selalu hadir menjamin kesejahteraan pekerja dalam kondisi apa pun. Beliau bahkan memberikan pernyataan tegas bagi para pengusaha yang tidak lagi sanggup menjalankan usahanya.

“Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat. Negara kita akan mengambil alih, negara kita akan membela rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden meminta para buruh tidak perlu cemas karena pemerintah berkomitmen untuk melindungi mereka yang terancam PHK melalui skema pembelaan dan perlindungan negara.

Perlindungan Sosial Rp500 Triliun untuk Rakyat Kecil

Selain perlindungan di sektor ketenagakerjaan, Presiden juga mengungkapkan alokasi anggaran fantastis untuk menjaga daya beli masyarakat. Tahun ini, pemerintah menggelontorkan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp500 triliun yang dikhususkan bagi rakyat berpenghasilan rendah.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh pemerintah untuk memastikan keamanan finansial bagi masyarakat kelas bawah.

Instruksi Khusus untuk Menteri: Utamakan Rakyat Kecil

Presiden Prabowo juga mengungkap instruksi keras yang ia berikan kepada seluruh jajaran menteri di Kabinet Merah Putih. Setiap penyusunan kebijakan harus melalui satu pertanyaan mendasar:

  • Keberpihakan: Para menteri wajib bertanya apakah kebijakan yang disusun menguntungkan rakyat kecil atau tidak.
  • Ketegasan: Jika menguntungkan rakyat kecil, kebijakan tersebut harus segera dilaksanakan tanpa keraguan.

“Kalau menguntungkan rakyat kecil, laksanakan, itu sudah benar, tidak usah ragu-ragu,” pungkas Presiden.

Peringatan May Day 2026 ini menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menegaskan kembali bahwa kebijakan nasional diarahkan sepenuhnya untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memberikan jaminan keamanan bagi para pekerja di seluruh Indonesia. / Setpres

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses