Cegah Berbagai Persoalan Sosial, Dinkes Balikpapan Perkuat Layanan Ramah Remaja
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat upaya pembinaan remaja melalui layanan kesehatan yang ramah anak dan remaja. Selain menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, Dinkes Balikpapan juga mengoptimalkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai wadah konseling bagi anak, remaja, dan orang tua.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pelayanan ramah remaja telah berjalan selama bertahun-tahun. Kini, menjadi bagian dari standar pelayanan kesehatan nasional di seluruh puskesmas.
“Semua puskesmas sudah memiliki layanan ramah remaja. Ini merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan, sehingga yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperkuat pelaksanaannya,” ujarnya.
Saat ini layanan Puspaga telah tersedia di tujuh puskesmas. Tim Puspaga Kota Balikpapan juga secara berkala mendatangi puskesmas sesuai jadwal untuk memberikan layanan konseling kepada masyarakat.
Dinkes Balikpapan juga memperluas pembinaan remaja hingga ke sekolah-sekolah. Petugas kesehatan rutin memberikan edukasi kepada siswa SMP dan SMA mengenai kesehatan reproduksi, masa remaja, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Program tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang berada di sekolah-sekolah agar edukasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak remaja.
“Di sekolah ada PIK-R untuk remaja. Kami juga masuk ke sana melakukan pembinaan dan berkolaborasi,” kata Alwiati.
Fondasi Utama
Menurut Alwiati, penguatan ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kesehatan remaja. Keluarga yang harmonis dinilai mampu menjadi tempat pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan, pendampingan, serta perlindungan dari berbagai persoalan sosial.
“Yang harus kita lakukan adalah penguatan ketahanan keluarga. Itu yang paling penting, karena keluarga adalah kunci dari semuanya. Kalau keluarganya rapuh, anak-anaknya juga akan lebih rentan menghadapi berbagai persoalan,” jelasnya.
Karena itu, Dinkes Balikpapan tidak hanya memberikan edukasi kepada remaja, tetapi juga kepada calon pengantin (catin). Mereka memperoleh pemahaman mengenai usia produktif, kesehatan reproduksi, pendidikan seksual yang bertanggung jawab, hingga pentingnya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.***
Penulis: Samsul
Editor: Donny M.
BACA JUGA
