Dana Rp28 Miliar Milik Jemaat Gereja Sempat Ditilap, BNI Akhirnya Kembalikan 100% Uangnya
JAKARTA, inibalikpapan.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI akhirnya menuntaskan pengembalian dana milik anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara di Rantau Prapat, Sumatera Utara.
Total dana sebesar Rp28,25 miliar kini telah kembali sepenuhnya ke tangan jemaat, setelah sempat melalui proses panjang yang memicu kekhawatiran.
Direktur Human Capital and Compliance BNI, Mudani Herlambang, memastikan seluruh proses telah rampung.
“Proses pengembalian dana kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara telah selesai dilaksanakan secara tuntas. Kami ingin menyampaikan kabar baik ini kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi para anggota yang telah menunggu perkembangan isu ini,” ujarnya, dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Penyelesaian tahap akhir dilakukan melalui transfer lebih dari Rp21,25 miliar, melengkapi pengembalian sebelumnya sebesar Rp7 miliar. Dengan demikian, total dana yang dikembalikan mencapai Rp28.257.360.600.
Selama proses berjalan, jemaat disebut menunggu dengan penuh kecemasan, terutama karena dana tersebut merupakan simpanan bersama yang memiliki nilai penting bagi komunitas.
BNI pun mengakui dampak yang terjadi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “BNI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Katolik di seluruh Indonesia, khususnya jemaat CU Paroki Aek Nabara serta masyarakat luas. Kami memahami kekhawatiran yang dialami selama peristiwa ini berlangsung,” ungkap Mudani.
Pihak bank juga mengapresiasi sikap kooperatif pengurus CU serta kesabaran anggota selama proses verifikasi berlangsung.
Tuntasnya pengembalian dana ini diharapkan bisa menjadi titik balik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan. BNI menyebut peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Fokus kami adalah memberikan kepastian bagi semua pihak. Ke depan, BNI terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dan profesional bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.***
BACA JUGA
