Dari Posyandu Digital hingga Budidaya Maggot Antar Pertamina Kalimantan Raih Award Dunia
KALIMANTAN, Inibalikpapan.com – Program pemberdayaan warga di Kalimantan yang mengubah sampah menjadi sumber ekonomi hingga layanan kesehatan digital membawa Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meraih penghargaan internasional di Bangkok, Thailand. Dampaknya kini mulai dirasakan langsung masyarakat di berbagai daerah.
Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan mendapat pengakuan internasional lewat ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand.
Berbagai inovasi sosial yang dijalankan di Kalimantan bukan sekadar program seremonial. Program-program tersebut dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, hingga layanan kesehatan berbasis digital.
Sampah Organik Diubah Jadi Peluang Ekonomi Warga
Salah satu program yang mendapat perhatian ialah PASAR TERAS BERSAMA di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin.
Lewat program ini, sampah organik rumah tangga tidak lagi sekadar dibuang. Warga dilibatkan dalam pengolahan sampah, budidaya lele, edukasi kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Konsep ekonomi sirkular yang dijalankan dinilai mampu membantu masyarakat lebih mandiri sekaligus mengurangi persoalan lingkungan di sekitar permukiman.
Posyandu Digital Permudah Layanan Kesehatan
Sementara di IT Pontianak, Pertamina menghadirkan transformasi Posyandu Aster menjadi layanan kesehatan digital berbasis pemberdayaan perempuan.
Program ini membantu memperluas akses layanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pelayanan kesehatan komunitas.
Di tengah pertumbuhan kawasan Kalimantan dan penyangga IKN, akses kesehatan berbasis komunitas dinilai semakin penting.
Budidaya Maggot dan Ketahanan Pangan Warga
Program menarik lainnya datang dari Fuel Terminal (FT) Tarakan melalui program BLACKGOLD.
Program ini mengembangkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasilnya kemudian dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Selain membantu mengurangi limbah, program tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Sekolah Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Gambut
Di wilayah lain, berbagai inovasi serupa juga dijalankan. AFT Supadio mengembangkan program pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pemberdayaan perempuan, hingga pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.
Sedangkan AFT Syamsudin Noor menghadirkan program Eco Green School yang mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dan budaya peduli lingkungan di sekolah.
Adapun AFT Sepinggan melalui program TALISERA mengembangkan pengelolaan limbah organik rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Pertamina Sebut Fokus pada Dampak Jangka Panjang
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan seluruh program dirancang agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Program TJSL yang dijalankan tidak hanya fokus pada bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, memperkuat kapasitas komunitas, serta menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Atas berbagai program tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan internasional.
AFT Supadio meraih Gold Award kategori Product Excellence, sedangkan IT Banjarmasin meraih Gold Award kategori Best Community Program.
Sejumlah Silver Award juga diraih dalam kategori Empowerment of Women dan Best Community Program oleh AFT Supadio, AFT Syamsudin Noor, AFT Sepinggan, serta FT Tarakan.
Sementara Bronze Award diraih IT Pontianak dan AFT Supadio dalam kategori pemberdayaan perempuan dan lingkungan.
Program Sosial Dinilai Penting untuk Masa Depan Kalimantan
Menurut Edi, penghargaan tersebut menjadi motivasi agar program sosial berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat di Kalimantan.
Terlebih, berbagai daerah di Kalimantan kini menghadapi tantangan baru. Mulai dari pertumbuhan penduduk, persoalan sampah, ketahanan pangan, hingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat seiring perkembangan kawasan penyangga IKN.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi masyarakat, pemerintah daerah, komunitas dan para perwira Pertamina dalam menghadirkan program sosial berkelanjutan,” tambahnya.***
BACA JUGA
