Disdag Balikpapan Minta Distributor Patuhi Batas Harga Beras
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan terus memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok menyusul kenaikan sejumlah komoditas strategis seperti beras, bawang, dan cabai.
Langkah yang dilakukan meliputi pengawasan harga di pasar, koordinasi dengan distributor, hingga pelaksanaan pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan kenaikan harga beberapa komoditas dipicu tingginya permintaan masyarakat yang diiringi peningkatan biaya produksi dan distribusi.
“Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain beras, bawang, dan cabai. Komoditas tersebut cukup dominan memengaruhi harga karena permintaannya tinggi,” ujar Haemusri.
Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap harga beras yang saat ini mengalami kenaikan sekitar 12 persen.
“Harga beras memang menjadi perhatian kami karena kenaikannya cukup signifikan. Oleh sebab itu kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan distributor agar kenaikan harga tetap terkendali,” katanya.
Ia menegaskan Disdag telah meminta seluruh distributor mematuhi ketentuan pemerintah terkait harga jual beras di pasaran.
“Kami berharap distributor tidak menjual beras melebihi batas maksimal, yakni lima persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kalau aturan ini dipatuhi, beban masyarakat akibat kenaikan harga bisa ditekan,” tegasnya.
Haemusri menjelaskan kenaikan harga beras dipengaruhi meningkatnya harga gabah di tingkat produsen. Selain itu, biaya distribusi yang terus meningkat juga ikut mendorong naiknya harga jual di tingkat konsumen.
“Harga gabah naik, biaya angkut juga meningkat. Dua faktor itu berpengaruh terhadap harga beras yang diterima masyarakat,” jelasnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut tidak lepas dari ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan berasal dari Jawa dan Sulawesi. Karena itu kami terus menjaga komunikasi dengan distributor agar pasokan tetap lancar dan stok di pasar tetap tersedia,” ujarnya.
Jaga Stabilitas Harga
Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga, Disdag secara rutin menggelar pasar murah di berbagai wilayah dengan melibatkan distributor, pelaku usaha, BUMN, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Pasar murah menjadi salah satu instrumen yang kami gunakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Disdag juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberikan subsidi pada sejumlah komoditas.
“Salah satu bentuk bantuan yang kami siapkan adalah subsidi Rp5.000 untuk setiap pembelian beras kemasan lima kilogram yang dijual seharga Rp77.000. Dengan subsidi itu, masyarakat bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah,” ungkap Haemusri.
Ia memastikan Disdag akan terus memantau perkembangan harga di seluruh pasar tradisional maupun modern di Balikpapan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan, memastikan stok tetap tersedia, dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. Harapannya masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari meski terjadi fluktuasi harga,” tutupnya.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
