Andi Sri Juliarty

DKK Balikpapan Antisipasi Cacar Monyet

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kementerian Kesehatan (kemenkes) beberapa waktu lalu telah mengonfirmasi pasien virus cacar monyet pertama di Indonesia. Kasus itu ditemukan di DKI Jakarta, seorang laki-laki berusia 27 tahun.

Menyikapi temuan kasus tersebut, antisipasi dini dilakukan oleh daerah. Tidak terkecuali di Kota Balikpapan, yang merupakan pintu gerbang wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya berkoordinasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Kami secara intensif berkoordinasi dengan KKP, terkait pemeriksaan kesehatan penumpang di Bandara dan Pelabuhan,” ujar Andi Sri Juliarty saat dikonfirmasi media, Selasa (23/8/2022).

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi cacar monyet kepada seluruh tenaga kesehatan agar dapat mendeteksi dini. Termasuk mempersiapkan sistem pelaporan kasus.

“Kami juga menyiapkan fasilitas layanan kesehatan atau fasyankes rujukannya, seperti laboratorium, Puskesmas, Klinik hingga Rumah Sakit,” ungkapnya.

Sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat, terkait gejala dan faktor penyebab penularannya. Ada pun gejalanya, bercak di seluruh tubuh, seperti cacar bisa sampai infeksi bernanah. Kemudian ada pembesaran kelenjar lymphe.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu terapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS),” imbuh Dio biasa Andi Sri Juliarty disapa.

Seperti diketahui, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril mengatakan, pasien mengalami sejumlah gejala sebelum akhirnya terdiagnosis cacar monyet pada Jumat (19/8/2022) malam.

“Dengan gejala tanggal 14 (Agustus) itu ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar. Tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat,” ujarnya.

Atas ditemukannya kasus pertama ini, tidak menutup kemungkinan peluang cacar monyet atau monkeypox jadi pandemi baru di Indonesia.

“Namanya juga pandemi bisa habis, muncul lagi dengan pasien baru. Saya kira ini bisa, hal yang biasa seperti halnya pandemi Covid,” kata dia.

Baca juga ini :  14 Tahun Jadi Kabupaten, PPU Belum Miliki Perangkat Pengadilan Agama

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka. Penyakit ini biasa ditularkan melalui kontak dekat lewat cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru seperti Covid-19. Penyakit ini ditemukan pertama kali pada sekitar 1970 di Republik Demokratik Kongo. Selanjutnya, penyakit ini menyebar ke berbagai negara di Afrika sebagai penyakit endemik.

Pada Mei lalu, penyakit ini ditemukan di negara non-endemik. Seorang pria di Inggris terkonfirmasi positif cacar monyet setelah melakukan perjalanan ke Nigeria.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak lebih dari 40 ribu kasus cacar monyet yang dilaporkan di 94 negara, baik negara endemik maupun non-endemik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Sejumlah negara juga sudah menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.