DP3AKB Balikpapan Ingatkan Bahaya Media Sosial dan Konten Ekstrem bagi Anak
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak maupun berbagai ancaman lain yang dapat membahayakan tumbuh kembang mereka.
Ajakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kota Balikpapan dalam kegiatan advokasi perlindungan anak yang menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak dan menghadirkan narasumber Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kota Balikpapan serta dr. Triseno.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM), Forum Anak, hingga organisasi perempuan. Pelaksanaan dilakukan secara luring dan daring agar menjangkau lebih banyak peserta.
Plt Kepala DP3AKB menegaskan, perlindungan anak bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah serta menghentikan kekerasan terhadap anak.
“Kami berharap semua masyarakat dapat menjadi whistleblower apabila menemukan permasalahan yang melibatkan anak. Jangan ragu melapor karena yang harus diselamatkan adalah anak sebagai korban,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan kekerasan merupakan langkah positif. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat memberikan pendampingan kepada korban melalui layanan yang tersedia.
Selain persoalan kekerasan, DP3AKB juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi anak di era digital. Penggunaan media sosial tanpa pengawasan dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis anak sekaligus membuka peluang mereka terpapar konten negatif.
“Ancaman sekarang tidak selalu datang dari doktrin tertentu. Justru banyak konten di internet yang dapat memengaruhi anak hingga belajar membuat bahan berbahaya. Ini menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
DP3AKB juga mengingatkan adanya penyimpangan perilaku seksual yang berdampak pada kesehatan anak, termasuk ditemukannya sejumlah anak yang terinfeksi HIV akibat perilaku berisiko. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua dan edukasi sejak dini sangat diperlukan.
Kesadaran Warga Melaporkan
Hingga Juli 2026, DP3AKB mencatat terdapat 132 kasus yang melibatkan anak di Kota Balikpapan. Angka tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berjumlah 122 kasus atau sekitar 10 persen.
Meski demikian, peningkatan itu tidak sepenuhnya mencerminkan bertambahnya tindak kekerasan terhadap anak. Menurut DP3AKB, kenaikan tersebut justru menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melapor ketika mengetahui adanya dugaan kasus.
“Ini menunjukkan masyarakat semakin peduli. Bahkan ada warga yang melaporkan dugaan pelecehan terhadap anak yang bukan anggota keluarganya. Kesadaran seperti inilah yang perlu terus didukung,” ungkapnya.
DP3AKB juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada korban maupun pelapor. Sebaliknya, keberanian mereka harus diapresiasi karena menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan anak.
Sebagai bentuk komitmen menuju Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat layanan psikolog melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah tetap berupaya menambah tenaga psikolog pada tahun mendatang.
Di sisi lain, keberadaan Forum Anak di tingkat kelurahan dan kecamatan juga terus diperkuat. Forum tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga kebutuhan mereka dapat masuk dalam kebijakan pembangunan daerah.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak terus meningkat. Lingkungan yang aman, keluarga yang harmonis, serta masyarakat yang berani bertindak dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
