Lurah Baru Ulu Ajak Warga Jadikan Kerja Bakti Massal Awal Gerakan Peduli Lingkungan

Lurah Baru Ulu Abas

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Rencana pelaksanaan kerja bakti massal penanganan kawasan permukiman kumuh di RT 17 Kelurahan Baru Ulu pada 9 Agustus 2026 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Baru Ulu. 

Lurah Baru Ulu, Abas, menilai kegiatan yang diinisiasi Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan tersebut menjadi momentum untuk membangun kembali semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Abas, dipilihnya RT 17 sebagai lokasi perdana penanganan kawasan kumuh merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan warga untuk bersama-sama melakukan perubahan.

“Kami menyambut baik program ini. Ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan lingkungan, tetapi menjadi awal membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi permukimannya,” kata Abas, Minggu (26/7/2026).

Ia mengatakan Pemerintah Kelurahan Baru Ulu telah berkoordinasi dengan ketua RT, tokoh masyarakat, LPM, PKK, Karang Taruna, hingga relawan lingkungan agar ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat akan menentukan keberhasilan program penataan kawasan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk ikut hadir. Jangan hanya menjadi penonton. Lingkungan yang bersih tidak bisa diwujudkan kalau hanya mengandalkan pemerintah,” ujarnya.

Abas menegaskan persoalan sampah masih menjadi tantangan di beberapa titik permukiman. Karena itu, kerja bakti tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat agar lebih disiplin dalam menjaga kebersihan.

“Yang ingin kami ubah adalah perilakunya. Jangan setelah dibersihkan, beberapa hari kemudian kembali kotor karena masih ada yang membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Ia berharap warga mulai membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, menjaga saluran drainase tetap bersih, serta aktif mengikuti kegiatan gotong royong yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing.

“Kalau setiap warga memiliki rasa memiliki terhadap lingkungannya, saya yakin kawasan kumuh bisa berkurang. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Abas juga mengapresiasi keterlibatan berbagai perusahaan, perbankan, dan asosiasi pengembang yang ikut mendukung pelaksanaan kerja bakti massal. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penataan lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah.

“Kami berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah memberikan perhatian. Dukungan seperti ini sangat berarti karena menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Baru Ulu,” ucapnya.

Perkuat Kebersamaan Warga

Selain membersihkan lingkungan, pemerintah kelurahan juga berharap kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antara warga, pemerintah, dan dunia usaha.

“Gotong royong bukan hanya menghasilkan lingkungan yang bersih, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Ketika semua pihak bekerja bersama, persoalan yang berat akan terasa lebih ringan,” jelas Abas.

Ia optimistis kerja bakti massal tersebut dapat menjadi contoh bagi RT lain di Kelurahan Baru Ulu maupun wilayah lain di Balikpapan Barat.

“Kami ingin RT 17 menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Setelah ini kami berharap semangat yang sama tumbuh di RT lainnya,” ujarnya.

Abas pun mengimbau masyarakat agar menjadikan momentum menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sebagai semangat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

“Semangat kemerdekaan jangan hanya diwujudkan melalui perlombaan atau seremoni. Mari kita isi dengan aksi nyata menjaga lingkungan. Kalau lingkungan kita bersih dan tertata, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri. Harapan kami, gerakan ini terus berlanjut dan menjadi budaya di Kelurahan Baru Ulu,” pungkasnya.***

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses