Efisiensi Anggaran Jadi Fokus, Disnaker Balikpapan Siapkan Pelatihan Kerja yang Lebih Tepat Sasaran

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai mengevaluasi program pelatihan kerja yang selama ini dijalankan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan anggaran yang tersedia mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan perubahan orientasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pemerintah di sektor ketenagakerjaan.

“Fokus kami ke depan adalah pelatihan yang benar-benar bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat dalam jumlah yang lebih banyak. Jadi kami tidak hanya melihat jenis pelatihannya, tetapi juga manfaat yang dihasilkan,” ujar Adamin, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, selama ini terdapat sejumlah pelatihan yang memerlukan biaya cukup besar untuk setiap peserta. Salah satunya adalah pelatihan operator alat berat yang membutuhkan anggaran sekitar Rp10 juta per orang.

“Kalau satu peserta membutuhkan anggaran sampai Rp10 juta, tentu kami harus menghitung kembali efektivitasnya. Dengan anggaran yang sama, apakah ada jenis pelatihan lain yang bisa menjangkau lebih banyak orang dan memberikan peluang kerja yang sama baiknya. Itu yang sedang kami evaluasi,” katanya.

Adamin menegaskan, evaluasi tersebut bukan berarti pelatihan dengan biaya tinggi akan dihentikan. Seluruh program tetap akan dipetakan berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja.

“Kami belum memutuskan pelatihan apa yang akan diprioritaskan. Saat ini kami masih melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dunia usaha. Jangan sampai kami melatih banyak orang, tetapi ternyata kompetensinya tidak dibutuhkan oleh perusahaan,” jelasnya.

Selain mempertimbangkan kebutuhan perusahaan, Disnaker juga mulai melihat peluang usaha mandiri yang dapat dikembangkan masyarakat. Beberapa bidang seperti digital marketing, kuliner, hingga berbagai usaha jasa dinilai memiliki prospek yang cukup baik karena dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

“Yang akan kami petakan adalah pelatihan  apa yang benar-benar bisa memberikan kesempatan orang untuk bekerja atau berusaha. Itu yang menjadi tujuan utama kami,” tegas Adamin.

Tidak Lagi Jadi Tolak Ukur

Ia menambahkan, indikator keberhasilan program pelatihan tidak lagi hanya diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti atau memperoleh sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana keterampilan tersebut benar-benar dimanfaatkan setelah pelatihan selesai.

“Kami ingin setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa langsung bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri. Kalau nanti usahanya berkembang dan bisa mempekerjakan orang lain, tentu manfaatnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Adamin juga berharap peserta pelatihan dapat menularkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Harapan kami, ilmu yang didapat tidak berhenti pada satu orang saja. Kalau mereka bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain, dampaknya akan semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui evaluasi tersebut, Disnaker Balikpapan berharap program pelatihan kerja ke depan semakin tepat sasaran, lebih efisien dalam penggunaan anggaran, serta mampu meningkatkan kesempatan kerja dan mendorong lahirnya wirausaha baru di Kota Balikpapan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses