Empat Tahun KSTB, Harapan Sopir Truk atas Solusi Antrean Solar Menguat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Peringatan hari jadi ke-4 Komunitas Sopir Truk Balikpapan (KSTB), Jumat (3/7/2026), menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi.
Momen tersebut menjelma sebagai ruang dialog antara para pelaku transportasi logistik dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk membahas persoalan yang selama ini menjadi perhatian utama, yakni antrean panjang kendaraan saat mengisi solar bersubsidi.
Di tengah suasana penuh keakraban, para sopir menyampaikan harapan agar distribusi bahan bakar bersubsidi semakin lancar sehingga aktivitas angkutan barang tidak lagi terhambat. Aspirasi tersebut disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bagus mengapresiasi peran komunitas sopir truk yang selama ini menjadi salah satu penopang kelancaran distribusi logistik di Balikpapan. Menurutnya, keberadaan para pengemudi memiliki kontribusi penting dalam menjaga roda perekonomian tetap bergerak.
“Selamat ulang tahun ke-4 untuk Komunitas Sopir Truk Balikpapan. Semoga semakin solid, semakin profesional, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan serta menjaga kelancaran distribusi logistik di Kota Balikpapan,” ujarnya.
Bagus mengakui bahwa persoalan antrean solar masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna meningkatkan pasokan BBM bersubsidi, khususnya di kawasan Balikpapan Utara yang menjadi jalur utama kendaraan angkutan.
Ia menjelaskan, kapasitas penyaluran solar di SPBU Kilometer 13 kini telah ditingkatkan menjadi sekitar 60 ribu liter per hari. Sementara itu, SPBU Kilometer 15 memperoleh tambahan kuota hingga mencapai sekitar 46 ribu liter per hari. Dengan demikian, total pasokan solar di dua SPBU tersebut mencapai sekitar 106 ribu liter setiap hari.
“Pemerintah berharap penambahan kuota ini dapat mengurangi antrean sekaligus memenuhi kebutuhan para sopir sehingga aktivitas distribusi barang dapat berlangsung lebih lancar,” katanya.
Sementara itu, Ketua KSTB Balikpapan, Jafar Sodik, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap komunitas sopir truk. Ia menilai komunikasi yang terjalin selama ini menjadi modal penting dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di sektor transportasi logistik.
Meski demikian, Jafar berharap upaya pemerintah tidak berhenti pada penambahan kuota semata. Menurutnya, antrean panjang di SPBU masih menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap produktivitas sopir maupun ketepatan waktu distribusi barang.
“Kami tetap mendukung seluruh program pemerintah. Namun kami juga berharap persoalan antrean solar dapat ditangani secara lebih efektif agar sopir tidak kehilangan banyak waktu di jalan dan distribusi logistik dapat berjalan lebih efisien,” ujarnya.
Bagi para sopir, waktu yang dihabiskan untuk mengantre bukan hanya mengurangi jam kerja, tetapi juga memengaruhi biaya operasional dan kelancaran pengiriman barang. Karena itu, mereka berharap kebijakan pemerintah ke depan tidak hanya berfokus pada penambahan pasokan, tetapi juga pada penguatan sistem distribusi BBM agar lebih tepat sasaran.
Peringatan empat tahun KSTB akhirnya menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas sopir truk. Di tengah meningkatnya kebutuhan logistik seiring perkembangan Kota Balikpapan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi yang berkelanjutan demi menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
