Jelang Championship, Persiba Balikpapan Bekali Pemain dengan Antisipasi Match-Fixing hingga Doping
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Persiba Balikpapan tidak hanya menggeber latihan taktik dan strategi menjelang debut di Championship 2026/2027. Skuat Beruang Madu juga mendapat pembekalan soal integritas olahraga, aturan permainan hingga aspek medis untuk menghadapi kompetisi musim ini.
Pembekalan tersebut dilakukan pada pekan terakhir persiapan sebelum Persiba menjalani laga perdana Championship 2026/2027 menghadapi RANS Nusantara FC.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 13 September 2026.
“Pekan terakhir matangkan persiapan,” tulis Manajemen Persiba Balikpapan melalui akun Instagram resmi klub, dikutip inibalikpapan.
Bukan Sekadar Taktik, Pemain Persiba Dibekali Integritas
Persiba memberikan tiga materi penting kepada para pemain, yakni Sports Integrity Matters, Laws of the Game (LOTG), dan Football Medicine.
Materi Sports Integrity Matters menjadi salah satu pembekalan penting karena pemain diingatkan mengenai ancaman yang dapat merusak sepak bola, mulai dari pengaturan skor atau match-fixing, perjudian, suap hingga perilaku tidak etis.
Pembekalan ini diarahkan agar pemain memahami bahwa menjaga integritas pertandingan merupakan bagian dari tanggung jawab profesional, bukan hanya urusan teknis di lapangan.
Sementara edukasi Laws of the Game (LOTG) diberikan untuk memastikan pemain memahami aturan pertandingan yang berlaku.
“Edukasi LOTG dipimpin langsung oleh Referee Assessor,” tulis Persiba.
Materi tersebut mencakup aturan dasar permainan, pelanggaran dan perilaku tidak sportif, offside, hingga penerapan teknologi dalam pertandingan seperti VAR.
Kesiapan Medis Juga Jadi Perhatian
Persiba juga membekali pemain dengan materi Football Medicine. Edukasi ini diberikan oleh dr. Andi Cleveriawan yang bertanggung jawab terhadap aspek kebugaran, suplemen serta obat-obatan pemain.
“Football Medicine langsung oleh dr. Andi Cleveriawan, yang bertanggung jawab memastikan kebugaran, suplemen, serta obat-obatan para pemain agar tetap dalam kondisi puncak sepanjang musim,” jelas Persiba.
Aspek medis menjadi krusial dalam kompetisi panjang. Pemain tidak hanya dituntut mampu menjaga kondisi fisik, tetapi juga memahami penggunaan obat dan suplemen agar tidak berisiko melanggar regulasi doping.
Materi tersebut juga berkaitan dengan penanganan cedera di lapangan, termasuk protokol gegar otak serta penggunaan zat atau obat yang aman bagi atlet.
Persiba Bidik Start Positif di Championship
Pembekalan di luar lapangan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir Persiba sebelum memasuki persaingan Championship 2026/2027.
Persiba akan menghadapi RANS Nusantara FC pada laga perdana. Pertandingan tandang di Stadion Kanjuruhan menjadi ujian awal bagi skuad Beruang Madu untuk melihat sejauh mana persiapan yang telah dilakukan selama pramusim.
Dengan waktu persiapan yang memasuki pekan terakhir, Persiba kini tidak hanya dituntut siap secara taktik dan fisik, tetapi juga memahami aturan, integritas, serta aspek kesehatan pemain sepanjang kompetisi.
Targetnya jelas: mengawali Championship dengan kesiapan yang lebih komplet dan meminimalkan kesalahan yang bisa merugikan tim sejak pertandingan pertama.
Penulis : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
