Kemenhaj Imbau Jemaah Atur Ritme Ibadah dan Simpan Tenaga Jelang Puncak Arafah
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M.
Memasuki hari ke-23 operasional haji, jemaah diminta mulai membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak guna mempersiapkan energi menghadapi fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Simpan Energi, Fokus Ibadah Wajib
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menekankan bahwa disiplin menjaga kesehatan adalah kunci keberhasilan ibadah haji. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang menantang, jemaah diharapkan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel pada siang hari.
“Alhamdulillah, layanan terus berjalan baik. Namun, menjelang puncak haji, jemaah perlu mulai menyimpan energi. Kami minta jemaah membatasi aktivitas yang tidak mendesak dan mengutamakan istirahat agar fisik tetap prima saat fase puncak nanti,” ujar Maria dikutip dari laman Kemenhaj.
Update Pergerakan Jemaah: 146 Ribu Orang Sudah Diberangkatkan
Hingga saat ini, pergerakan jemaah haji Indonesia menunjukkan progres yang signifikan:
- Total Pemberangkatan: Sebanyak 379 kloter dengan 146.622 jemaah telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
- Kedatangan di Makkah: Tercatat 120.507 jemaah (312 kloter) sudah berada di Kota Kelahiran Nabi untuk bersiap melaksanakan haji.
- Gelombang Kedua: Melalui Bandara Jeddah, telah tiba 39.388 jemaah (103 kloter), ditambah 7.146 jemaah haji khusus.
Waspada Kesehatan: Jangan Tunggu Drop!
Kemenhaj meminta jemaah, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi (risti), untuk peka terhadap kondisi tubuh masing-masing.
- Lapor Petugas: Segera hubungi petugas kesehatan jika merasa pusing, demam, sesak, atau lemas.
- Hidrasi & Nutrisi: Pastikan makan tepat waktu dan perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
- Koordinasi: Jemaah lansia dan disabilitas diminta terus berkoordinasi dengan Karom, Karu, serta petugas sektor di hotel.
Ketentuan Ihram Gelombang Kedua
Bagi jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, Maria mengingatkan kewajiban persiapan ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.
- Persiapan Miqat: Jemaah wajib memastikan pakaian ihram sudah digunakan dengan benar sebelum melewati miqat di udara atau setibanya di Jeddah.
- Bimbingan Ibadah: Jangan mengambil keputusan sendiri jika ragu terkait niat, miqat, atau larangan ihram. Segera konsultasikan dengan pembimbing ibadah kloter.
BACA JUGA
