Gedung KPK

KPK Dalami Dugaan Suap Izin Pembangunan Apartemen di Yogyakarta

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Penyidik KPK terus mendalami proses izin pembangunan apartemen di Kota Yogyakarta. Termasuk dugaan pemberian uang kepada eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keterangan itu digali penyidik antirasuah itu setelah memeriksa dua saksi Direktur Direktur Bisnis and Property Development PT. Summarecon Agung, Syarif Benjamin dan Herman Nagaria.

Kemudian saksi lainnya, Direktur PT. Java Orient Property, Dandan Jaya Kartika; Head Of Finance and Accounting Summarecon Property Development, Doni Wirawan; Staff Finance PT. Summarecon Marcella Devita; dan Head Of Finance Regional 8 PT. Summarecon, Amita Kusumawaty.

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengajuan perizinan ke Pemkot Yogyakarta dan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk memperlancar pengurusan perizinan dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022)

Para saksi telah memberikan keterangan untuk tersangka Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono (ON) yang merupakan pemberi suap kepada Haryadi.

KPK dalam perkara ini, juga sudah melakukan rangkaian penggeledahan di sejumlah wilayah di Yogyakarta dan Jakarta. KPK dalam geledah menemukan sejumlah bukti terkait kasus suap izin apartemen.

Di antaranya geledah dilakukan di rumah kediaman Oon Nusihono di Jakarta. KPK temukan sejumlah dokumen terkait perizinan menyangkut perkara ini.

KPK juga telah menggeledah Kantor PT. Summarecon Agung Tbk. Tim KPK menemukan sejumlah uang hingga dokumen diduga terkait perkara.

Terkait uang yang disita, KPK belum men-total keseluruhan jumlah uang tersebut. Lantaran masih dilakukan perhitungan oleh tim penyidik.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Haryadi bersama tiga tersangka lain. Mereka yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana (NWH) dan Sekretaris Pribadi sekaligus ajudan Haryadi, Triyanto Budi Yuwono (TBY).

Baca juga ini :  Haidir Effendi: Penyusutan Air di Bendali Telagasari Bukan karena Pipa PDAM

Sedangkan, tersangka pemberi suap yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono (ON).

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.