MAXi Race Ramaikan Kejurnas Motoprix, Skutik Premium Yamaha Unjuk Gigi di Sirkuit

Dua pebalap memacu skutik MAXi Yamaha saat berlaga di kelas MAXi Race pada Kejurnas Motoprix Region B putaran pertama di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, 9-10 Mei 2026.
Dua pebalap memacu skutik MAXi Yamaha saat berlaga di kelas MAXi Race pada Kejurnas Motoprix Region B putaran pertama di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, (9-10/5/2026). Foto: Yamaha Indonesia

SURABAYA, inibalikpapan.com – Skutik premium yang biasanya dipakai harian kini mulai mendominasi lintasan balap nasional. Lewat MAXi Race di Kejurnas Motoprix Surabaya, Yamaha menunjukkan bahwa Aerox dan NMAX bukan cuma nyaman buat touring, tapi juga agresif saat dipacu di sirkuit.

Ajang Kejurnas Motoprix Region B putaran pertama di Sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, 9-10 Mei 2026, menghadirkan pemandangan berbeda. Bukan motor bebek atau sport yang paling mencuri perhatian, melainkan deretan skutik premium Yamaha yang turun balap lewat kategori MAXi Race.

Kelas baru ini langsung menyedot perhatian komunitas racing dan pecinta skutik. Dua kategori dipertandingkan, yakni MAXi 155 Semi Pro dan MAXi 155 Komunitas.

Masing-masing kelas diikuti 13 starter dengan motor seperti AEROX, NMAX, hingga LEXi yang sudah disiapkan untuk kebutuhan balap sirkuit.

Fenomena ini menarik karena mengubah cara pandang banyak orang terhadap skutik premium. Selama ini motor MAXi identik dengan harian, touring, dan kenyamanan. Kini motor yang biasa dipakai kerja atau nongkrong justru tampil kompetitif di arena balap nasional.

Aerox Turbo dan NMAX Mulai Dilihat Sebagai Motor Racing

Popularitas balap skutik memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Yamaha mencoba menangkap tren itu lewat MAXi Race yang sebelumnya debut di Yamaha Cup Race Sidrap pada April lalu.

Menurut Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, respons komunitas terhadap kelas ini cukup besar.

“MAXi Race sangat atraktif bagi penggemar racing, baik komunitas, konsumen, hingga rider profesional. Antusiasme tinggi sudah terlihat sejak kategori ini hadir di Yamaha Cup Race Sidrap,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan kelas ini cepat menarik perhatian. Karakter motor MAXi Yamaha dinilai punya kombinasi tenaga dan handling yang cocok untuk lintasan pendek dan tikungan teknikal.

Rider Komunitas Buktikan Skutik Premium Bisa Kompetitif

Di kelas MAXi 155 Komunitas, rider Randy Yusman sukses finis terdepan menggunakan AEROX Turbo. Kemenangan itu terasa spesial karena sebelumnya dia tampil memakai NMAX Turbo saat seri Yamaha Cup Race Sidrap.

Menurut Randy, karakter AEROX Turbo terasa agresif saat dipacu di sirkuit.

“Tarikannya responsif di trek lurus, handling stabil saat masuk tikungan, dan akselerasinya cepat tapi tetap halus,” katanya.

Sementara di kelas MAXi 155 Semi Pro, rider wanita Fisichella tampil impresif dengan merebut podium pertama.
Hasil ini memperlihatkan bahwa balap skutik kini bukan lagi sekadar hiburan komunitas, tetapi mulai berkembang menjadi arena kompetitif dengan rider-rider serius.

Kehadiran MAXi Race juga memperlihatkan perubahan tren otomotif roda dua di Indonesia. Skutik premium kini tidak hanya bersaing di pasar harian, tetapi juga mulai masuk budaya racing anak muda.

Aerox, NMAX, dan LEXi yang sebelumnya dikenal sebagai motor touring dan lifestyle perlahan mulai mendapat citra baru sebagai motor sporty yang bisa dipakai di lintasan balap.

Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin kelas skutik premium akan menjadi salah satu magnet baru di dunia balap nasional dalam beberapa tahun ke depan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses