Otorita IKN Siapkan Empat Tower Khusus Perempuan

Pegawai Otorita IKN (foto : Humas IKN)
Pegawai Otorita IKN (foto : Humas IKN)

NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja konstruksi, khususnya perempuan, melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesetaraan.

Di tengah masifnya pembangunan IKN, Otorita memastikan kawasan hunian tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga mampu memberikan rasa aman bagi ribuan pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan ibu kota baru.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN Cakra Nagara mengatakan pendekatan responsif gender menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan HPK.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Empat Tower Khusus Perempuan

Saat ini kawasan Hunian Pekerja Konstruksi dihuni 4.302 pekerja, terdiri dari 716 perempuan (16,6 persen) dan 3.586 laki-laki (83,4 persen).

Untuk menjamin keamanan dan privasi pekerja perempuan, Otorita IKN menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang tersedia di kawasan HPK.

Seluruh tower tersebut berada di kawasan HPK 2 dan hanya diperuntukkan bagi pekerja perempuan.

Selain pemisahan hunian, Otorita IKN juga menempatkan petugas keamanan perempuan di area tersebut agar pelayanan keamanan lebih optimal.

Petugas kebersihan (housekeeping) juga ditempatkan sesuai gender dan lokasi kerja, sementara kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik strategis untuk memperkuat sistem keamanan kawasan.

Laki-laki Tak Bisa Masuk Sembarangan

Petugas keamanan HPK 2, Nirwana, menjelaskan akses ke tower perempuan diatur secara ketat.

Menurutnya, penghuni laki-laki tidak diperbolehkan memasuki area tersebut tanpa pendampingan petugas keamanan.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib, dan aman,” ujar Nirwana.

Selain pengawasan petugas, pengelola juga menerapkan tata tertib penghuni untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Penghuni Merasa Lebih Aman

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para penghuni.

Salah satunya Sri, pekerja yang telah tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi selama sekitar satu tahun.

Ia mengaku sejak pertama datang ke IKN langsung ditempatkan di tower khusus perempuan sehingga merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” katanya.

Menurut Sri, selama tinggal di kawasan HPK dirinya tidak pernah mengalami gangguan keamanan.

Keberadaan petugas keamanan dan sistem CCTV dinilai memberikan rasa aman sekaligus memudahkan penelusuran apabila terjadi suatu peristiwa.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” ujarnya.

Dukung Produktivitas Pekerja

Otorita IKN menegaskan pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi yang responsif gender merupakan bagian dari komitmen membangun ibu kota baru yang tidak hanya modern dari sisi infrastruktur, tetapi juga inklusif dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.

Melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman, dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, serta ruang terbuka hijau, Otorita IKN berharap para pekerja dapat beristirahat dengan baik dan bekerja lebih produktif dalam menyelesaikan pembangunan Nusantara.

Sumber : Humas IKN

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses