Program City Gas Balikpapan Usulkan 15 ribu SR

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com- Pemerintah kota Balikpapan mengusulkan kembali pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga diatas 15 ribu sambungan rumah tangga (SR) kepada Kementerian ESDM pada 2017 mendatang.

“Kita masih mengusul lagi untuk tahun depan. Mudah-mudahan bisa ditangani perencanaannya di APBNP, tapi kita belum ada informasi lanjutan,” kata Asisten II Sekdakot Sri Soetantinah (18/7).

Tahun 2016 ini Kementerian ESDM memberikan bantuan pemasngan jaringan gas rumah tangga sebanyak 3800 SR kepada di tiga kelurahan seperti Karang jati, Sumber Rejo dan Karang Rejo.

“Mudah-mudahan bisa sesuai jadwal di targetkan akhir tahun bisa segera operasional,” harapnya.

Pemkot katanya mengusulkan kembali sebanyak 15000 sambungan di Kelurahan Gunung bahagia, Kelurahan Damai dan Kelurahan yang sudah terpasang namun ada yang belum tercover. “Kita pasang di Kelurahan tetangganya karena itu harus nyambung dengan pipa gas sebelumnya,”ujarnya.

Sri Soetantinah juga melihat tidak ada hambatan berarti dalam proses penyambungan jaringan gas sebanyak 3.846 SR yang saat ini.

Diakui ada warga yang sebelumnya menolak pemasangan jargas tersebut, sekarang menginginkan pemasangannya di rumah mereka. “Jadi begini, informasi yang saya terima, warga yang tadinya nggak mau sekarang mau. Kalau yang tadinya tidak mau kan tidak ada stikernya, jadi tidak terdaftar. dari kontraktornya itu kan semua ada pernyataannya mau, sehingga itulah yang dituangkan kontrak oleh Kementrian ESDM. Nah ujung-ujungnya sekarang ternyata dia mau, ya nanti dulu, di invetarisir dulu yang mau nanti diikutkan yang akan datang. Nggak bisa serta merta langsung dipasang, karena harus sesuai kontrak yang sudah ditandatangani,” terangnya.

Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap manfaat jargas hingga khawatir terhadap keamanan jargas tersebut.

Baca juga ini :  Mendikbud Nadiem Makarim Apresiasi Vaksinasi Tenaga Pendidik di Balikpapan

“Mungkin satu nggak paham, yang kedua mungkin ada kekhawatiran, yang ketiga tepat pada saat disurvey itu nggak ada orang. Nah dia menyatakan tidak mau, otomatis ini yang dituangkan kontrak itu harus diukur. Yang diutamakan itu yang sudah mau yang ada stikernya,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.