Timnas Putri Indonesia Dipermalukan Singapura 0-2 di FIFA Matchday
BANDUNG, Inibalikpapan.com – Timnas Putri Indonesia harus menelan kekalahan mengecewakan saat menghadapi Singapura dalam laga FIFA Matchday di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu (3/6/2026) malam. Skuad Garuda Pertiwi tumbang dengan skor 0-2.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, melakukan rotasi dengan menyimpan sejumlah pemain diaspora, seperti Iris de Rouw, Pauline Van De Pol, Isabel Kopp, Isa Warps, Katarina Stalin, dan Isabelle Nottet sejak awal laga.
Dominan Tapi Tumpul di Babak Pertama
Sejak menit awal, Indonesia tampil lebih dominan dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Beberapa kesempatan emas datang dari Rosdilah Siti Nurrohmah, Sheva Imut, Estella Loupattij, hingga Felicia De Zeeuw.
Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut gagal berbuah gol. Di sisi lain, penampilan disiplin lini belakang dan kiper Singapura mampu meredam serangan tuan rumah.
Singapura Lebih Efektif
Meski lebih banyak tertekan, Singapura justru tampil efektif. Gol pertama lahir pada menit ke-10 melalui Danielle Tan. Sepakannya sempat membentur kaki bek Indonesia, Emily Nahon, sehingga mengecoh kiper.
Singapura kemudian menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat tendangan melengkung Nicole Lim yang tak mampu dijangkau kiper Alleana Ayu Arumy.
Kiper Singapura, Nur Izairida, juga tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang Indonesia.
Perubahan Tak Berbuah Hasil
Memasuki babak kedua, Mochizuki mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan pemain diaspora seperti Pauline Van De Pol, Isabel Kopp, Isa Warps, Katarina Stalin, dan Isabelle Nottet.
Namun, perubahan tersebut belum mampu membuahkan hasil. Singapura memilih bermain lebih bertahan dan disiplin, sehingga menyulitkan Indonesia untuk mencetak gol balasan.
Laga Penentuan Kontra Kamboja
Timnas Putri Indonesia masih memiliki satu laga FIFA Matchday berikutnya melawan Kamboja pada 9 Juni 2026 di stadion yang sama.
Kemenangan menjadi target wajib bagi Garuda Pertiwi untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA sekaligus memulihkan kepercayaan diri tim.
BACA JUGA
