Ekspor Hasil Laut Kaltim Tembus China dan Malaysia, Capai 56 Ton per Bulan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Ekspor hasil laut Kalimantan Timur ke pasar internasional terus menunjukkan tren positif. Melalui penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menuju China dan Malaysia, distribusi komoditas perikanan kini semakin cepat, efisien, dan mampu menjaga kualitas produk hingga ke tangan pembeli.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai jalur ekspor langsung tersebut menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan daerah di pasar global.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengatakan ekspor melalui jalur udara dilakukan berdasarkan kerja sama bisnis antara eksportir dan importir yang telah memenuhi seluruh persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai standar negara tujuan.

“Skema ekspor langsung ini merupakan kerja sama bisnis antara eksportir dan importir,” ujar Irhan dikutip dari laman Pemprov

Ekspor Capai 56 Ton per Bulan

Irhan mengungkapkan, saat ini volume ekspor hasil laut dari Kalimantan Timur mencapai sekitar 56 ton setiap bulan.

Komoditas unggulan yang mendominasi ekspor adalah udang windu, dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp173 miliar.

Menurutnya, penerbangan langsung yang beroperasi dua kali setiap pekan memberikan keuntungan signifikan karena mampu memangkas waktu distribusi sekaligus menjaga kesegaran produk perikanan selama proses pengiriman.

“Beberapa komoditas sudah menggunakan jalur direct. Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” jelasnya.

Logistik Lebih Efisien, Daya Saing Meningkat

Keberadaan penerbangan langsung dari Balikpapan menuju China dan Malaysia dinilai mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam ekspor produk perikanan.

Dengan waktu pengiriman yang lebih singkat, kualitas hasil laut dapat tetap terjaga sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli di pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing produk asal Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kemudahan akses ekspor tersebut mampu mendorong peningkatan produksi sektor perikanan, memperluas pangsa pasar ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha perikanan di daerah.

Selain memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil komoditas perikanan unggulan, peningkatan ekspor juga diharapkan memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan devisa nasional.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses