Gratispol Biayai 3.572 Mahasiswa ITK, Miliki 25 Program Study
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat investasi di sektor pendidikan sebagai strategi utama mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus mempercepat terwujudnya Generasi Emas Kalimantan Timur.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat menerima audiensi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Khakim Ghozali, beserta jajaran di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (6/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Gubernur yang akrab disapa Harum menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci memutus rantai kemiskinan. Karena itu, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran hingga triliunan rupiah melalui Program Gratispol untuk membebaskan biaya pendidikan masyarakat.
“Kami memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan dunia pendidikan. Pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan. Karena itu kami menginvestasikan anggaran hingga triliunan rupiah melalui Program Gratispol agar anak-anak Kaltim bisa mengenyam pendidikan gratis mulai dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi,” kata Harum, dikutip dari laman Pemprov.
Menurutnya, Program Gratispol diperuntukkan bagi putra-putri Kalimantan Timur yang telah berdomisili dan memiliki KTP Kaltim minimal selama tiga tahun. Di ITK, sebanyak 3.572 mahasiswa telah menjadi penerima manfaat program tersebut.
Harum berharap dukungan pembiayaan pendidikan tersebut mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM lokal.
ITK Diminta Percepat Pembangunan Kampus
Selain memastikan keberlanjutan dukungan melalui Gratispol, Gubernur juga meminta ITK memprioritaskan pembangunan gedung perkuliahan beserta sarana dan prasarana pendukung agar daya tampung mahasiswa terus meningkat.
Menurutnya, penguatan infrastruktur kampus menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya minat masyarakat melanjutkan pendidikan di ITK.
“Utamakan pembangunan gedung perkuliahan agar mampu menampung lebih banyak mahasiswa. Kami berharap ITK menghasilkan lulusan yang siap diserap dunia usaha dan industri, sekaligus melahirkan entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan ITK di Balikpapan diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi, riset, dan teknologi terapan yang mampu mendukung pembangunan Kalimantan Timur, termasuk menyongsong kebutuhan sumber daya manusia di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Harum juga menilai lahirnya lebih banyak wirausaha dari kalangan lulusan perguruan tinggi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ITK Kini Miliki 25 Program Studi
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK, Khakim Ghozali, menyampaikan bahwa ITK terus mengalami perkembangan signifikan sejak berdiri lebih dari satu dekade lalu di Balikpapan.
Dari yang awalnya hanya memiliki lima program studi, kini ITK telah berkembang menjadi 25 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 7.000 orang.
“Sebanyak 90 persen mahasiswa ITK berasal dari Kalimantan Timur,” ungkap Khakim.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Harum turut didampingi Kepala BPKAD Kaltim Ahmad Muzakkir, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dasmiah, serta Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kaltim Imanuddin.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
