Tiga Kampung Tertinggal di Kutai Barat Didorong Naik Status, Jalan Jadi Prioritas

Jalur Sotek (Penajam Paser Utara) – Bongan (Kutai Barat) yang selama bertahun-tahun tertutup hutan belukar bisa ditembus / Pemprov
Jalur Sotek (Penajam Paser Utara) – Bongan (Kutai Barat) yang selama bertahun-tahun tertutup hutan belukar bisa ditembus / Pemprov

KUTAI BARAT, Inibalikpapan.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong percepatan pembangunan di tiga kampung yang masih berstatus tertinggal di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Akses jalan sepanjang sekitar 15 kilometer disiapkan menjadi salah satu intervensi utama untuk mendongkrak status pembangunan Kampung Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung.

Ketiga kampung tersebut masih masuk kategori desa tertinggal berdasarkan hasil entry Indeks Desa 2026. Keterbatasan aksesibilitas menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani karena berdampak langsung terhadap mobilitas warga, pelayanan dasar hingga aktivitas ekonomi.

Upaya mempercepat peningkatan status tersebut dibahas Pemprov Kaltim bersama Pemkab Kutai Barat, Kecamatan Bongan dan pemerintah kampung dalam rapat koordinasi secara daring, Selasa (8/9/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Siti Sugiyanti mengatakan peningkatan status tiga kampung membutuhkan intervensi lintas sektor dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kampung.

“Perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan status tiga desa tertinggal ini. Salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah aksesibilitas jalan, menjadi pokok pembahasan dalam rapat tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov.

Jalan 15 Kilometer Jadi Intervensi Utama

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim menyampaikan penanganan akses jalan di kawasan tersebut sempat mengalami keterlambatan pada 2026.

Pergeseran anggaran serta proses administrasi dan teknis menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Namun, pemerintah memastikan percepatan tetap dilakukan.

Perencanaan dan desain pekerjaan telah diselesaikan. Koordinasi dengan Inspektorat juga dilakukan untuk menyesuaikan pelaksanaan pekerjaan dengan ketentuan baru dari pemerintah pusat.

Pada 2026, penanganan jalan direncanakan mencapai sekitar 15 kilometer, termasuk pelebaran di sejumlah ruas.

Intervensi tidak berhenti tahun ini. PUPR Kaltim juga menyiapkan pekerjaan lanjutan pada 2027, termasuk penanganan jembatan dan peningkatan jalan hingga menuju ujung Kampung Gerunggung.

Pemerintah kecamatan dan kampung diharapkan mendukung proses pembangunan, terutama dalam koordinasi dengan masyarakat dan penyelesaian kebutuhan di tingkat wilayah.

Persoalan Kampung Bukan Sekadar Jalan

Perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena aksesibilitas berkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat. Jalan yang lebih baik akan memudahkan warga menuju pusat layanan, memasarkan hasil usaha, mendapatkan layanan kesehatan dan mengakses kebutuhan dasar lainnya.

Namun, persoalan pembangunan di tiga kampung tersebut tidak berhenti pada infrastruktur.

Kepala Kampung Gerunggung menyampaikan kondisi jalan saat ini masih dapat dilalui, terutama ketika musim kemarau. Meski demikian, peningkatan kualitas akses tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Gerunggung juga masih membutuhkan sejumlah fasilitas dan layanan dasar, antara lain rumah ibadah, jaringan internet dan tambahan tenaga kesehatan.

Kebutuhan tersebut penting karena turut berkaitan dengan indikator dalam Indeks Desa. Artinya, peningkatan status kampung tidak cukup hanya dengan membangun jalan, tetapi juga membutuhkan perbaikan berbagai aspek pelayanan dan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah Kampung Tanjung Soke juga menyambut baik rencana peningkatan akses jalan. Infrastruktur yang lebih baik dinilai dapat menjadi pengungkit bagi kampung untuk memperkuat capaian pembangunan.

Dalam simulasi pengisian Indeks Desa, Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung menunjukkan potensi untuk naik dari status tertinggal menjadi berkembang.

Karena itu, pembenahan infrastruktur dasar dipandang penting untuk mengejar peningkatan indikator pembangunan secara keseluruhan.

Pemprov Kaltim Kejar Status Tiga Kampung

Camat Bongan turut mendukung penanganan akses jalan. Selain konektivitas antarwilayah, ketersediaan tenaga kesehatan dan penguatan pelayanan dasar juga dinilai perlu menjadi perhatian.

Rapat koordinasi menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut. Pemkab Kutai Barat bersama pemerintah kampung akan menyusun rencana teknis sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas.

Sementara Pemprov Kaltim melalui DPMPD dan PUPR memberikan dukungan kebijakan serta teknis sesuai kewenangan masing-masing.

Tenaga Pendamping Profesional juga akan dilibatkan untuk mendampingi pemerintah kampung, khususnya dalam proses pengisian dan pemutakhiran data Indeks Desa.

Target akhirnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan intervensi pembangunan mampu mengangkat tiga kampung tersebut keluar dari status tertinggal.

Dengan akses yang semakin terbuka, layanan dasar yang lebih mudah dijangkau dan data pembangunan yang terus diperbarui, Kampung Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung diharapkan mampu bergerak menuju status berkembang.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses