Harga Pangan di Pasar Stabil, Belum Ada Pergerakan Signifikan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Harga berbagai komoditas pangan di Pasar Klandasan terpantau stabil pada Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data terbaru, tidak terjadi perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya pada hampir seluruh komoditas utama.
Sejumlah bahan pokok seperti bawang merah masih berada di angka Rp58.000 per kilogram, sementara bawang putih bertahan di Rp49.000 per kilogram. Untuk beras, harga medium berkisar antara Rp15.400 hingga Rp15.800 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp17.000 per kilogram.
Komoditas cabai juga belum mengalami fluktuasi. Cabai keriting dijual Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp53.000, dan cabai rawit masih relatif tinggi di angka Rp72.000 per kilogram.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp39.000 per kilogram, sedangkan daging sapi murni tetap di level Rp180.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp2.300 per butir dan telur bebek Rp3.000 per butir.
Untuk komoditas perikanan, ikan tongkol berada di harga Rp30.000 per kilogram, sedangkan ikan trakulu mencapai Rp80.000 per kilogram. Adapun ikan asin menunjukkan variasi harga, mulai dari Rp80.000 hingga Rp200.000 per kilogram tergantung jenisnya.
Minyak goreng juga cenderung stabil, dengan minyak goreng curah di harga Rp20.000 per liter dan minyak kemasan Rp24.000 per liter. Namun, salah satu merek minyak goreng terpantau belum tersedia di pasaran.
Komoditas lainnya seperti gula pasir berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, sementara tepung terigu dijual Rp15.000 per kilogram. Untuk sayuran, harga relatif terjangkau dengan kangkung Rp9.000 per ikat, kacang panjang Rp12.000, bayam Rp13.000, dan sawi Rp19.000.
Stabilnya harga ini mencerminkan pasokan bahan pangan yang masih terjaga serta belum adanya tekanan signifikan dari sisi distribusi maupun permintaan. Kondisi ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memantau perkembangan harga secara berkala, mengingat fluktuasi masih berpotensi terjadi seiring mendekatnya momen hari besar keagamaan dan meningkatnya permintaan pasar.***
BACA JUGA
