Inflasi Kaltim Naik Jadi 3,20 Persen pada Juni 2026, Samarinda Tertinggi dan Balikpapan Terendah

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)
Pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Laju inflasi di Kalimantan Timur kembali meningkat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,20 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,04 persen.

Kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu meningkatnya harga pada sektor transportasi, kebutuhan pangan, serta perawatan pribadi.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Timur pada Juni 2026 tercatat sebesar 112,39.

“Inflasi year on year sebesar 3,20 persen ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,04 persen,” ujar Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Samarinda Catat Inflasi Tertinggi di Kaltim

BPS mencatat seluruh daerah cakupan IHK di Kalimantan Timur mengalami inflasi secara tahunan.

Berikut tingkat inflasi di masing-masing daerah:

  • Kota Samarinda: 3,53 persen
  • Kabupaten Berau: 3,35 persen
  • Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU): 2,96 persen
  • Kota Balikpapan: 2,80 persen

Dengan capaian tersebut, Samarinda menjadi kota dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Timur, sedangkan Balikpapan mencatat inflasi paling rendah.

Perawatan Pribadi hingga Transportasi Jadi Pemicu

BPS mencatat hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga.

Kelompok yang mencatat inflasi tertinggi adalah:

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 10,49 persen
  • Transportasi: 7,10 persen
  • Makanan, minuman, dan tembakau: 3,67 persen

Selain itu, sejumlah kelompok lain juga mengalami kenaikan, yakni:

  • Kesehatan: 2,19 persen
  • Perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga: 1,61 persen
  • Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,61 persen
  • Pendidikan: 1,49 persen
  • Pakaian dan alas kaki: 0,74 persen
  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 0,23 persen
  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,06 persen

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan harga atau deflasi sebesar 0,54 persen.

Inflasi Bulanan Juga Meningkat

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat Kalimantan Timur mengalami inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,70 persen pada Juni 2026.

Adapun inflasi sejak awal tahun (year to date/ytd) hingga Juni 2026 mencapai 2,36 persen.

Meski inflasi mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, angkanya masih berada di bawah inflasi nasional yang tercatat 3,34 persen. Ke depan, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memperkuat stabilisasi harga dan menjaga pasokan pangan untuk menekan laju inflasi di Kalimantan Timur.

Sumber : Pemprov

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses