Pasar Km 12 Hanya Ramai Saat Ada Event, Disdag Siapkan Solusi Aktivitas Harian

Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mencari formula agar Pasar Rakyat Km 12 atau Pasar Karang Joang di Balikpapan Utara tidak lagi hanya ramai saat penyelenggaraan kegiatan tertentu.

Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), berbagai upaya kini disiapkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang berlangsung setiap hari sehingga pasar dapat kembali berfungsi sebagai pusat perdagangan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengakui aktivitas di Pasar Karang Joang hingga kini masih bergantung pada pelaksanaan event atau kegiatan yang dipusatkan di kawasan tersebut. Saat ada acara, pedagang berdatangan dan transaksi meningkat. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama karena setelah kegiatan selesai, pasar kembali sepi.

“Pasar Km 12 itu pada saat ada event baru ada aktivitas. Selama ini kami mencoba memberdayakan beberapa kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Balikpapan Utara agar dipusatkan di Pasar Karang Joang. Saat ada event memang ada pedagang yang berjualan, tetapi setelah kegiatan selesai kembali sepi,” ujar Haemusri, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar pasar tidak hanya hidup sesaat. Disdag menilai diperlukan aktivitas yang bersifat rutin sehingga pedagang memiliki kepastian untuk berjualan dan masyarakat memiliki alasan untuk datang setiap hari.

Jadi Penggerak Ekonomi

Sebagai salah satu langkah, Pemerintah Kota Balikpapan telah membentuk Koperasi Merah Putih di kawasan Pasar Karang Joang. Kehadiran koperasi itu diharapkan mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus menarik kembali pelaku usaha untuk memanfaatkan pasar sebagai tempat berdagang.

“Rencananya sekarang sudah berdiri Koperasi Merah Putih di situ. Dengan berdirinya Koperasi Merah Putih, kami berharap bisa menghidupkan kembali pasar rakyat yang ada di sana,” katanya.

Haemusri menjelaskan, tantangan lain yang dihadapi adalah lokasi pasar yang berada sekitar 800 meter dari jalan utama. Posisi tersebut membuat pasar kurang terlihat oleh pengguna jalan dan tidak berada di jalur lalu lintas masyarakat yang padat.

Akibatnya, jumlah pengunjung relatif sedikit dan pedagang enggan membuka lapak setiap hari. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli sulit berkembang secara berkelanjutan.

Meski demikian, Disdag tetap optimistis Pasar Karang Joang memiliki potensi untuk berkembang. Selain mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih, pemerintah juga akan terus mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat maupun agenda pemerintah di kawasan pasar sebagai upaya meningkatkan kunjungan.

Haemusri berharap, dengan kombinasi aktivitas rutin dan penguatan kelembagaan melalui koperasi, Pasar Rakyat Km 12 tidak lagi bergantung pada event semata. Ke depan, pasar diharapkan dapat kembali menjadi pusat perdagangan yang mampu menggerakkan perekonomian warga, khususnya di wilayah Balikpapan Utara.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses