Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi

Pemkot Beli 8 Mobil Ambulans dan 2 Mobil Jenasah

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, tahun ini Pemerintah Kota Balikpapan telah menganggarkan pembelian sebanyak 8 mobil ambulans dan 2 mobil jenasah dalam APBD Perubahan.

“Kita melalui APBD Perubahan ada 8 ambulance baru dan perbaiki mobil ambulans kita yang sebagian sudah lama , Nanti ada 8 ambulance baru . Ada 2 mobil jenasah baru akan kita operasikan segera,” ujar Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

“Sebagian di tempatkan di puskesmas, ada juga yang di tempatkan di pelayanan 119 yang kita operasikan seperti itu,”

Kata dia, Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya melengkapi fasilitas kesehatan khususnya di puskesmas. Termasuk juga meningkatkan standar dan mutu pelayanan sehingga tak dikeluhkan masyarakat.

“Tentu di satu pihak upaya-upaya kesehatan kita cukup efektif, mutu dari pusat-pusat pelayanan kesehatan kita membaik misalnya akreditasinya,” ujarnya.

}Tapi tentu kita harus elalu gelorakan germas, karena ada kecenderungan penyakit tidak menular selalu naik. Diabetes, jantung, stroke dan sebagainya. Itu juga berkaitan dengan gaya hidup dan pola makan masyarakat,”

Namun dia berharap, puskesmas juga harus melakukan upaya-upaya preventif dan promotive agar warga Kota Balikpapan sehat dan tidak harus mengeluarkan biaya kesehatan. Puskesmas nukan saja memberikan pelayan kesehatan.

“Puskesmas juga akan kita upayakan preventif dan promotive karena dia puskesmas tidak sekadar memberikan perawatan tapi harusnya preventif dan promotifnya lebih menonjol,” ujarnya

 “Supaya masyarakat sehat, Jadi tidak banyak yang beribat sehingga biaya skesehatannya bisa ditekan dan BPJS nya tidak defisit seperti sekrang.”

Dia menambahkan, tahun ini sesuai dengan instruksi Presiden, kasus pencegahan dan penanganan kasus stunting menjadi fokus utama. Apalagi pada 2018 angka stunting di Kota Balikpapan mencapai 3.200-an kasus. Meski saat ini turun dratis.  

Baca juga ini :  Pelepasliaran Orangutan: BOSF dan BKSDA Kaltim Lepas 7 Orangutan ke Hutan Kehje Sewen

“Sesuai dengan perintah presiden yang pertama adalah stunting penyakit anak mulai dari mengandung itu yang bahaya. Karena kalau cedenderuing stunting maka anaknya tidak cerdas , anaknya pasti banyak masalah kesehatan . Jadi pusat perhatian kita adalah stunting,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.