SPBU

Presiden Jokowi : BBM Semuanya Masih Pada Proses di Hitung, di Kalkulasi dengan Hati-hati

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Masyarakat kini mulai resah dengan isu kenaikkan BBM subsidi. Karena, kenaikkan BBM subsidi akan berimbas pada kenaikkan kebutuhan pokok, transportasi dan lainnya

Menjawab kesesahan masyarakat, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara. Dia menyatakan, masih akan dihitung secara cermat. Sehingga dia memastikan belum ada kenaikkan BBM subsidi saat ini.

“BBM semuanya masih pada proses dihitung, dikalkulasi dengan hati-hati,” ujar Presiden Jokowi dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.com

Kuota BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite yang ditargetkan dalam APBN tahun ini akan habis di bulan Oktober.

Pada tahun ini, anggaran subsidi BBM dan LPG mencapai Rp149,4 triliun, dan subsidi listrik mencapai Rp59,6 triliun.

Lalu, kompensasi BBM mencapai Rp252,5 triliun dan kompensasi listrik mencapai Rp41,0 triliun. Dengan itu, total anggaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp502,4 triliun.

Jumlah ini berpotensi membengkak hingga Rp698 triliun atau naik Rp195,6 triliun, apabila konsumsi terus meningkat.

Sementara, Pertamina justru menurunkan harga BBM non subsidi. Diantaranya Pertamax Turbo RON 98), Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53).

Penurunan harga meliputi wilayah Papua dan Maluku dengan harga jenis solar, yakni Dexlite dari Rp 18.150 menjadi Rp 17.450 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex menjadi Rp 17.750 dari yang sebelumnya Rp 19.250 per liter.

Penyesuaian harga terbaru BBM non subsidi ini diputuskan dalam aturan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU

Dimana Pertamax Turbo Rp15.900, – lalu Dexlite Rp17.100,-  Pertamina Dex Rp17.400,-

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.