Tanpa 8 Pilar Utama, Hendri Susilo Target Malut United FC Curi Poin di Kandang Borneo FC

Hendri Susilo dan David da Silva (foto : ileague)
Hendri Susilo dan David da Silva (foto : ileague)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Misi berat sekaligus menguji nyali bakal dilakoni Malut United FC pada pekan pamungkas ke-34 Super League musim 2025/2026.

Laskar Kie Raha dijadwalkan menantang tuan rumah Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri pada Sabtu (23/5/2026) sore ini dalam kondisi pincang akibat badai absennya pilar-pilar utama.

Kendati datang dengan kekuatan yang tergerus drastis, pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, menegaskan skuadnya menolak mengibarkan bendera putih sebelum peluit panjang dibunyikan.

Badai Absen: Duo Sayuri, Del Pino, hingga Ciro Alves Menepi

Persiapan Malut United menjelang laga penentu ini benar-benar dihantam situasi pelik. Komposisi lini tengah dan depan mereka compang-camping akibat akumulasi kartu, cedera, hingga urusan personal secara bersamaan.

Dua motor serangan sayap, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, bersama legiun asing Lucas Cardoso serta Wbeymar Angulo dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kondisi diperparah dengan cederanya Alan Jose dan Tyronne del Pino.

Tak sampai di situ, bomber haus gol Ciro Alves dilaporkan absen akibat gangguan kesehatan mendadak, sementara bek tangguh Igor Inocencio terpaksa ditinggal di markas karena urusan keluarga.

“Kami hanya bisa membawa total 16 pemain ke Samarinda karena banyak yang diterpa cedera dan sanksi akumulasi kartu. Walau situasinya sulit, persiapan taktis tim tetap berjalan maksimal. Semua pemain yang mendarat di Kaltim saat ini berada dalam kondisi siap tempur,” ungkap Hendri Susilo dalam sesi konfresi pers, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari laman ileague.

Incar Posisi Ke-4 Klasemen, Malut United Ogah Parkir Bus

Hendri Susilo menyadari penuh bahwa Borneo FC akan tampil dengan agresivitas kesetanan demi mengejar mukjizat juara liga. Namun, motivasi tersebut tidak akan membuat Malut United menciut dan memilih taktik bertahan total (parkir bus).

Laskar Kie Raha sendiri mengusung kepentingan krusial. Saat ini mereka nangkring di peringkat ke-5 klasemen sementara dengan koleksi 53 poin, hanya terpaut tipis dua angka dari Persebaya Surabaya yang bertengger di peringkat ke-4. Tambahan poin di Segiri menjadi harga mati jika mereka ingin menutup musim debutnya di kasta tertinggi pada posisi empat besar nasional.

“Atmosfer ruang ganti sangat kondusif dan anak-anak dalam keadaan sehat walafiat. Kami datang ke Samarinda bukan untuk menyetor poin cuma-cuma kepada Borneo FC. Target kami tetap jelas, yaitu berani keluar menyerang dan mencuri poin dari Stadion Segiri,” tegas mantan arsitek Sriwijaya FC tersebut.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses