Balikpapan Selatan Bidik Juara PHBS Kaltim, Gunung Bahagia Buktikan Hidup Sehat Jadi Budaya Warga
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Gunung Bahagia tak lagi sekadar program pemerintah. Di kawasan RT 35 dan RT 36 Perumahan Rengganis, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah, hingga aktif memanfaatkan layanan kesehatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berbekal budaya itu, Balikpapan Selatan kembali membidik gelar juara PHBS dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026.
Kepercayaan mewakili Kota Balikpapan tahun ini menjadi tantangan tersendiri. Balikpapan Selatan datang dengan status juara bertahan setelah tahun lalu meraih peringkat pertama tingkat Provinsi Kalimantan Timur melalui RT 18 dan RT 19 Kelurahan Sungai Nangka.
Tim verifikasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memulai penilaian dari Aula Kelurahan Gunung Bahagia sebelum meninjau langsung lingkungan permukiman. Selain RT 35 dan RT 36 sebagai lokasi utama, tim juga mengunjungi RT 34, RT 37, RT 15, RT 16, dan RT 17 untuk memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi di lapangan.
Bagi tim penilai, penilaian bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi juga sejauh mana pola hidup bersih dan sehat benar-benar masyarakat terapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim menegaskan target mempertahankan gelar bukan menjadi tujuan utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan budaya hidup bersih dan sehat terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Tim verifikasi hadir untuk melihat sejauh mana program yang telah dilaporkan benar-benar diterapkan oleh masyarakat. Alhamdulillah, capaian indikator PHBS dan LBS di wilayah ini sangat baik. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan terus meningkat,” ujarnya.
Ia mengatakan proses penetapan wakil dilakukan secara berjenjang. Dari 59 RT di Kelurahan Gunung Bahagia dipilih perwakilan terbaik di tingkat kecamatan, kemudian mewakili Kota Balikpapan hingga tingkat provinsi.
“Tahun ini kami datang dengan status juara bertahan. Tentu ada tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi itu. Namun yang lebih penting adalah menjaga semangat gotong royong masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
Persiapan menghadapi penilaian tidak hanya berfokus pada administrasi. Pemerintah kecamatan bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, kader PKK, dan masyarakat memperkuat berbagai program kesehatan sekaligus menata lingkungan agar semakin bersih, hijau, dan nyaman.
Program bank sampah terus mereka kembangkan, termasuk pemanfaatan hasil olahan masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurut Hakim, warga telah menghasilkan berbagai produk seperti olahan jahe, cabai, dan pemanfaatan potensi lingkungan lainnya. Kondisi ini menunjukkan upaya menjaga kebersihan lingkungan juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menambahkan capaian indikator PHBS dan LBS di Kelurahan Gunung Bahagia kini hampir mencapai 100 persen. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran kader kesehatan yang secara konsisten mendampingi masyarakat.
Posyandu Kini Layani Semua Kelompok Usia
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, M.Kes mengatakan penilaian tahun ini juga menjadi momentum memperkenalkan inovasi Sehat Berataan (Sehat Merata).
Melalui program tersebut, pelayanan Posyandu tidak lagi terbatas bagi bayi dan balita, tetapi juga untuk seluruh kelompok usia, mulai dari remaja, ibu hamil, usia produktif hingga lanjut usia.
“Posyandu saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang menjangkau seluruh kelompok usia,” ujarnya.
Program tersebut juga melibatkan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk memperkuat edukasi sekaligus pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga memperoleh layanan konsultasi terkait stunting, tuberkulosis (TBC), hingga pencegahan kanker leher rahim.
Bagi Balikpapan Selatan, penilaian PHBS dan LBS bukan hanya ajang kompetisi antardaerah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi tolok ukur keberhasilan membangun kebiasaan hidup sehat yang lahir dari gotong royong masyarakat.
Dari lingkungan yang tertata rapi, pengelolaan sampah yang semakin baik, hingga meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan, Kelurahan Gunung Bahagia menunjukkan bahwa perubahan besar dapat mulai dari lingkungan terkecil ketika warga bergerak bersama menjaga kualitas hidup mereka.***
Penulis: Amir dan Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA

