Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan Targetkan Pemetaan Ekraf hingga Kelurahan, Verifikasi 1.200 Data Pelaku Usaha
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Forum Ekonomi Kreatif (Ekrat) tancap gas memperkuat fondasi industri kreatif lokal. Memasuki tahun 2026, fokus utama beralih pada validasi data dan pemetaan potensi subsektor kreatif hingga ke tingkat kelurahan demi memastikan program pembinaan tepat sasaran.
Ketua Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 781 data pelaku ekonomi kreatif telah terverifikasi, sementara sekitar 1.200 data lainnya masih dalam proses verifikasi intensif.
Refleksi 2025: Tahun Kolaborasi dan Inovasi
Sepanjang tahun 2025, Forum Ekrat telah sukses menggelar berbagai program yang memadukan hobi, komunitas, dan bisnis. Beberapa agenda ikonik yang telah dilaksanakan antara lain:
- Kemah Kreatif: Berkolaborasi dengan Rift Band Kreatif Sentral.
- Lari Kreatif: Konsep unik yang menggabungkan fun run dengan pertunjukan seni dan pameran produk ekraf.
- Workshop & Jamming: Sesi rutin untuk memperkuat kapasitas teknis dan jejaring antar pelaku usaha.
“Ekonomi kreatif bukan hanya soal karya, tetapi juga soal jejaring, kapasitas, dan keberlanjutan usaha. Kami ingin memastikan pelaku kreatif tidak berjalan sendiri,” ujar Nurlena, Jumat (27/2/2026).
Apresiasi untuk Tokoh Pemerhati Ekraf
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan terhadap ekosistem lokal, Forum Ekrat memberikan apresiasi khusus kepada Haji Alwi Al-Qadri sebagai tokoh pemerhati ekonomi kreatif Balikpapan. Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara komunitas dengan para pemangku kebijakan dalam membangun kota.
Agenda Strategis 2026: HAKI dan Ramadan Kreatif
Tahun ini, Forum Ekrat bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) telah menyiapkan serangkaian agenda strategis, di antaranya:
- Fasilitasi Sertifikasi HAKI: Melindungi hak kekayaan intelektual karya asli anak Balikpapan.
- Program Ramadan Kreatif: Mengintegrasikan syiar religi dengan bazar dan pameran kreatif.
- Persiapan HUT Kota Balikpapan ke-130: Menjadikan pelaku Ekraf sebagai motor penggerak perayaan kota.
- Penjaringan Masif: Melakukan pendataan menyeluruh untuk mempermudah akses promosi dan bantuan pemerintah.
UMKM Sebagai Nafas Ekonomi Kota
Nurlena menegaskan bahwa ekonomi kreatif dan UMKM adalah dua sisi mata uang yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pelaku kreatif tumbuh, identitas dan daya saing kota Balikpapan akan semakin kuat di level nasional maupun global.
“UMKM adalah nafas kota. Ketika pelaku usaha kreatif tumbuh, maka kota ikut bergerak. Ini adalah ikhtiar bersama agar Balikpapan semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya.
BACA JUGA
