Melapas keberangkatan 597 Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) Korea Selatan Tahun 2022 pada sektor manufaktur dan perikanan.

Kemenaker Sebut Sejumlah Negara Minati Tenaga Kerja Indonesia

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengungkapkan, saat ini banyak negara yang menginginkan tenaga kerja dari Indonesia dari sejumlah negara

Hal itu disampaikan Menaker Ida saat melapas keberangkatan 597 Pekerja Migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) Korea Selatan Tahun 2022 pada sektor manufaktur dan perikanan. 

Dia mengatakan, sejumlah negara yang meminati tenaga kerja Indonesia yakni selain dari Korea Selatan, negara lainnya datang dari Jepang, Timur Tengah hingga negara-negara di Eropa. 

“Kita cukup bangga karena ternyata pekerja migran dari Indonesia ini cukup diminati. Tidak hanya dari Korea, tapi dari negara-negara, seperti negara Jepang, Timur Tengah dan beberapa negara Eropa itu sangat tinggi,” ucap Menaker. Ida, dikutip dari laman Kemenaker.

“Kita akan menempatkan mereka yang memiliki kompetensi. Kita siapkan skill dan kompetensi mereka, dan kita pastikan bahwa penempatan mereka itu dilakukan sesuai dengan prosedur,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menuturkan,. saat ini jumlah PMI yang berada di luar negeri sebanyak 9 juta. Dari jumlah itu sebanyak 4,5 juta PMI berangkat secara ilegal atau tidak melalui prosedur dan sisanya legal. 

Atas banyaknya jumlah PMI ilegal tersebut, ia menyatakan telah memerintahkan kepada K/L terkait agar melawan sindikasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau nonprosedural dan memberikan pelindungan kepada PMI. 

“Pekerja migran kita harus tercatat, harus terpantau, harus bisa dilihat di mana dia bekerja karena ini menyangkut pelindungan, menyangkut keselamatan kita semua,” ucapnya. 

Comments

comments

Baca juga ini :  Mengubah Paradigma Pekerja Migran Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.