Masa Tunggu Haji Balikpapan Turun Jadi 26 Tahun, Harapan Baru bagi Calon Jemaah

Pelepasan calon jemaah haji asal Kota Balikpapan di Islamic Center.(Foto:Inibalikpapan.com/Samsul)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Suasana haru dan penuh doa menyelimuti halaman Balikpapan Islamic Center, Minggu (17/5/2026), saat ratusan calon jemaah haji Kota Balikpapan resmi dilepas menuju Tanah Suci. 

Di tengah lantunan talbiyah dan pelukan keluarga, terselip kabar yang membawa harapan baru bagi masyarakat: masa tunggu haji Balikpapan kini turun menjadi 26 tahun.

Kabar tersebut disampaikan dalam acara Pelepasan Jemaah Haji Kota Balikpapan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah Kota Balikpapan menyebut penurunan masa tunggu itu menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus menanti hingga puluhan tahun untuk dapat berangkat menunaikan ibadah haji.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Balikpapan, Muhammad Arief Fadilah, mengatakan perubahan sistem distribusi kuota haji secara terpusat memberi dampak positif terhadap antrean keberangkatan jemaah di daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Balikpapan. Masa tunggu yang sebelumnya mencapai sekitar 36 tahun, kini turun menjadi 26 tahun. Ini tentu memberi harapan baru bagi calon jemaah haji,” ujar Muhammad Arief Fadilah.

Menurut dia, kebijakan distribusi kuota yang mempertimbangkan kondisi demografis dan antrean daerah menjadi langkah penting untuk menciptakan pemerataan kesempatan beribadah bagi umat Islam di Indonesia.

“Dengan adanya penyesuaian kuota ini, masyarakat yang mendaftar haji sekarang memiliki peluang berangkat lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya,” katanya.

Tahun ini, sebanyak 675 calon jemaah haji asal Balikpapan diberangkatkan menuju Arab Saudi. Mereka tergabung dalam beberapa kelompok terbang dan akan menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kesehatan Fisik dan Mental

Pemerintah Kota Balikpapan juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan fisik maupun mental selama menjalankan ibadah. Cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi para jemaah.

“Jaga kesehatan, saling membantu antarjemaah, dan ikuti arahan petugas pendamping. Fokus utama selama di Tanah Suci adalah beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh jemaah untuk menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, sikap disiplin dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Di tengah suasana pelepasan, sejumlah keluarga tampak tak kuasa menahan haru saat mengantar kerabat mereka menuju keberangkatan. Tangis bahagia bercampur doa mengiringi langkah para tamu Allah SWT itu.

Momentum pelepasan jemaah haji tahun ini juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Balikpapan. Penurunan masa tunggu dinilai bukan sekadar angka, melainkan peluang yang semakin terbuka bagi umat Muslim untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

Pemerintah berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses