Pembangunan Flyover Muara Rapak Terancam Batal, Ini Kata Wali Kota Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Turunan Muara Rapak yang sudah berapa kali menjadi lokasi lakalantas di Kota Balikpapan, juga mendapat perhatian serius dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang mengatakan, jika Menteri PUPR mengusulkan agar diturunan Muara Rapak sebaiknya tidak dibangun flyover karena akan merusak ekstetika di kawasan tersebut. 

“Karena informasinya merusak estetika kota, langkah ini bukan berarti kita tidak mengambil langkah selanjutnya,” ujar Rahmad Mas’ud, dalam rapat Forkopimda yang membahas sejumlah isu seperti kasus covid, kedatangan RI 1 dan RI 2 ke Balikpapan hingga persoalan Laka di Muara Rapak, Jumat (28/1/2022).

Kata Rahmad, dalam kesempatan tersebut Pak Menteri PUPR ternyata langsung ke TKP setibanya di Balikpapan kemarin sebelum meninjau IKN Nusantara bersama pimpinan MPR, dan melihat kondisi fisiknya. Dia mengaku tidak terlalu menyarankan membuat flyover di Muara Rapak. 

“Jadi solusinya membuat landai turunan Muara Rapak tersebut, yang mana di mulai dari hotel mahakam,” akunya. 

Kata pak Menteri, melihat situasi dan kondisi tanjakan masih di atas normal. Menurut menteri, itingkat ekstrimnya masih standar, tapi kalau di atas 15 persen elevasi baru dikatakan ekstrim. Sedangkan di Muara Rapak hanya 9-10 elevasi kecuramannya.

“Kami juga diperintahkan untuk menyurati ke pihak Pertamina untuk meminta lahannya, supaya akses jalan bisa dilebarkan,” tuturnya. 

Sehingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang akan mengerjakan fisiknya, sementara Pemkot Balikpapan yang melaksanakan pembebasan lahannya.  

“Termasuk berkordinasi dengan pertamina untuk pelebaran jalan itu, solusi yang paling tepat paling murah dan nyaman dan indah menurut pak menteri,” kata Rahmad.

“Apapun itu bentuknya yang penting dikerjakan, jangan sampai ada korban lagi,” tutupnya. 

Comments

comments

Baca juga ini :  Update 15 Juli 2021 ; Tembus 13.0018 Orang di Kaltim terpapar Covid-19, Sebanyak 2.245 Kasus Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.