Foto saat wisuda Presiden Jokowi

Teman Presiden Jokowi Beberkan Sifat Semasa Kuliah di UGM  

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Dalam kunjungan ke Yogyakarta, Presiden Joko Widodo bertemu  teman-temannya semasa mengenyam pendidikan di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Presiden Jokowi bertemu teman-teman semasa kualiah di UGM itu di Kawasan Ambarukmo, Kabupaten Sleman pagi tadi. Pertemuan itu Presiden Jokowi seakan ingin menjawab soal isu ijasah palsu.

Dalam pertemuan itu,  Presiden Jokowibahkan  sempat melihat foto-foto, sekaligus mengenang  semasa kuliah maupun wisuda. Ketika itu diabadikan melalui satu kamera

Tommy teman semasa kuliah Presiden Jokowi menyampaikan album yang diperlihatkan telah berusia lama, tetapi kata Tommy, masih jelas terlihat foto momen wisuda Presiden Jokowi bersama teman-temannya di tahun 1985 lalu.

“Tahun 1985 ini foto waktu wisuda. Waktu itu Pak Jokowi wisudanya dengan beberapa teman angkatan, November 1985. Masuknya 1980, wisudanya 1985,” ujar Tommy dalam siaran pers Sekretariat Presiden.

Tommy menjelaskan bahwa sifat Presiden Jokowi dari dulu saat menjadi mahasiswa hingga sekarang tetap sama. Tommy menilai, Presiden Jokowi tetap menjadi orang yang bijak dan tidak gampang tersinggung ketika sedang bergurau.

“Pak Jokowi, selama dia mahasiswa dengan kondisi sekarang itu kurang lebih masih sama. Satu, tidak pernah marah, wise dia,” ujarnya

“Kalaupun kita gojekan, (bercanda) ya sederhana saja gojekannya, bergurau saja. Kalau misalkan tersinggung enggak pernah marah, menasihati kita itu biasa,”

Sementara itu, teman-teman semasa kuliah yang lain mengenang Presiden Jokowi sebagai sosok yang disiplin. Seperti Bambang, teman seangkatan Presiden yang mengingat Presiden sebagai sosok yang rajin beribadah.

“Itulah yang saya ingat. Orangnya rajin, jadi waktu kuliah pun keluar izin cuma untuk salat,” ucap Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengenang Presiden Jokowi sebagai pemersatu kelompok-kelompok mahasiswa yang ada saat itu. Melalui organisasi mapala di fakultasnya, menurut Bambang, Presiden telah mempersatukan kelompok-kelompok tersebut melalui aktivitas naik gunung.

Baca juga ini :  Update 7 Agustus 2020 : Bertambah 28 Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan, Diantaranya Pedagang Pasar Klandasan

“Pak Jokowi itu pemersatu. Dulu kan ada kelompok-kelompok, ada HMI, GMNI, terus putih, tapi beliau yang menyatukan di wadah Silvagama trus naik gunung bareng-bareng. Itulah terus jadi kompak,” ujarnya

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.