Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono saat konfrensi pers, Selasa (08/02/2022)

Mantan Sekda Kutim Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Genset Tidak Ditahan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Kaltim tak menahan IR mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tersangka kasus dugaan mark up pengadaan genset dan panel sinkron tahun anggaran 2019

Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono mengatakan, tidak ditahannya IR yang kini menjabat Asisten I Pemerintah Kabupaten Kutim tersebut atas rekomendasi dokter karena masalah kesehatan.

“Tekanan darahnya cukup tinggi dan disaranbkan dokter tidak melakukan penahanan karena mengalami pembekakan di jantung,” ujarnya saat konfrensi pers, Selasa (08/02/2022)

Meski begitu, Lutrianto memastikan proses hukum dugaan kasus korupsi tersebut tetap berjalan. IR masih terus menjalani pemeriksaan untuk mempercepat agar bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan

Terhadap tersangka sejak kema            rin tanggal 7 Februari sampai dengan hari ini kita masih melakukan pemeriksaan.”Proses tetap jalan n agar bisa cepat kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” ujarnya

Dalam kasus itu juga ikut menyeret pihak swasya yakni Direktur CV ACN inisial DJ. Bahkan telah ditetapkan tersangka. “Ketika sedang kita melakukan penyelidikan yang bersangkutan meninggal dunia,” ujarnya

Adapun barang bukti yang diamankan yakni dokumen-dokumen dan uang dugaan mark up sebesar Rp 2,3 miliar. Adapun total anggaran yang dialokasikan seluruhnya mencapai Rp 5,6 miliar.

 “Melakukan pengandaan genset tanpa prosedur yang diatur undang-undang disitu terdapat adanya mark up,” ujarnya

IR sendiri terancam penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. Serta denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Comments

comments

Baca juga ini :  Pemkot Balikpapan Gelar Sosialisasi Penyerahan PSU dari Pengembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.